
KOTA GORONTALO, Kominfotik – Cakupan kepesertaan jaminan sosial ketenagakerjaan di Provinsi Gorontalo terus menunjukkan peningkatan yang signifikan dari tahun ke tahun. Tercatat hingga periode Agustus 2026, Gorontalo berada pada rangking kelima nasional dari 38 provinsi di seluruh Indonesia.
Berdasarkan data BPJS Ketenagakerjaan, pada tahun 2024 Gorontalo berada di peringkat kesembilan dan 2025 di posisi ketujuh. Tahun ini, dari target cakupan sebanyak 373.489 pekerja, yang sudah terdaftar 287.380 tenaga kerja atau mencapai 52,07 persen.
“Provinsi Gorontalo luar biasa dalam memberikan perlindungan kepada tenaga kerja. Tadi celetuk pak gubernur kalau tidak ada efisiensi anggaran, mungkin sudah juara satu. Terima kasih pak Gubernur Gorontalo atas komitmennya,” ujar Kepala Kantor Wilayah BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku, Suci Rahmad, saat memberikan sambutan pada malam penganugerahan Jamsostek Award 2026 Provinsi Gorontalo di Azlea Convention Center, Kota Gorontalo, Sabtu (5/9/2026).
Kakanwil BPJS Ketenagakerjaan Sulawesi Maluku mengungkapkan, sepanjang tahun 2025 di Provinsi Gorontalo telah dibayarkan 10.699 klaim dengan total manfaat mencapai Rp166,7 miliar. Dari jumlah itu terdapat 774 anak ahli waris pekerja yang telah memperoleh beasiswa pendidikan dengan total manfaat sekitar Rp2,84 miliar.
Sementara itu Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai kepesertaan Jamsostek merupakan hal yang sangat mendasar bagi setiap tenaga kerja. Oleh karena itu Gusnar mendorong pemerintah kabupaten/kota, badan usaha, dan seluruh pihak terkait untuk memberikan perhatian serius terhadap perlindungan tenaga kerja.
“Kepesertaan Jamsostek adalah hal yang sangat mendasar karena menyangkut perlindungan bagi tenaga kerja. Kalau mereka hanya mengandalkan upah, saya kira itu tidak cukup menyelesaikan kebutuhan minimal pekerja. Oleh karena itu jaminan sosial ketenagakerjaan ini menjadi sangat penting,” pungkas Gusnar.
Pewarta : Haris