
Kota Gorontalo, Kominfotik – Sebanyak 56 tim pelajar dari berbagai SMP/MTs dan SMA/SMK/MA se-Provinsi Gorontalo bersaing dalam Transbahasa Championship yang digelar di Bandayo Yiladia, Rumah Dinas Wali Kota Gorontalo, Jumat (25/9/2026). Hadir dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie memberikan motivasi kepada para peserta untuk terus mengasah kemampuan dan berani memiliki cita-cita tinggi.
Wagub Idah menilai Transbahasa Championship merupakan agenda penting dan strategis karena memberikan ruang bagi pelajar untuk mengembangkan sekaligus mengevaluasi kemampuan yang dimiliki. Menurutnya, kompetisi tersebut bukan sekadar ajang untuk menentukan siapa yang menjadi pemenang.
“Kegiatan yang adik-adik ikuti sekarang bukan hanya sekadar mencari siapa pemenang. Tetapi ajang ini adalah sebuah peluang besar untuk mengevaluasi kemampuan setiap siswa sesuai dengan keahlian masing-masing, termasuk melatih kemampuan adik-adik, baik dalam berpikir maupun bertindak,” ujar Idah.
Ia juga mengingatkan para pelajar agar tidak takut bermimpi dan memiliki cita-cita tinggi. Terlebih, kemampuan bahasa memiliki cakupan yang luas dan dapat menjadi bekal untuk melanjutkan pendidikan maupun membuka peluang bekerja hingga ke mancanegara.
“Mudah-mudahan yang di sini tidak ada yang tidak punya cita-cita. Jangan pernah takut untuk bercita-cita. Setelah lulus SMA, kalian bisa melanjutkan ke perguruan tinggi, mengikuti kursus bahasa Inggris, bahasa Jepang, Mandarin atau Jerman, bahkan menjadi pekerja migran. Semua itu harus dipersiapkan dengan baik,” terang Idah.

Wagub Idah selanjutnya mendorong para peserta untuk memanfaatkan masa muda dengan memperbanyak pengalaman, terus belajar, menuntut ilmu, dan mencari tahu berbagai hal yang belum diketahui. Ia berharap pengalaman mengikuti kompetisi dapat menjadi bagian dari proses pembentukan karakter dan kemampuan generasi muda Gorontalo.
Direktur Transbahasa Gorontalo Novrianto Napu menjelaskan, kegiatan tersebut menjadi salah satu upaya memberikan ruang kepada generasi muda untuk memperluas pengetahuan dan wawasan, sekaligus menunjukkan kemampuan di tengah perkembangan teknologi dan era kecerdasan buatan (AI). Ia menyebut kegiatan seperti ini penting untuk tetap menghadirkan ruang bagi pelajar dalam mengembangkan bakat dan keterampilan.
“Tahun ini sudah jadi tahun kedua pelaksanaan Transbahasa Championship. Konsepnya mirip seperti cerdas cermat. Masing-masing sekolah bertanding secara sportif, bukan hanya mengasah kemampuan di bidang bahasa, tetapi juga bidang yang lebih luas seperti matematika, ilmu pengetahuan sosial dan lainnya,” jelas Novrianto.
Transbahasa Championship tahun ini diikuti 56 tim, terdiri dari 39 tim tingkat SMP sederajat dan 17 tim tingkat SMA sederajat. Berbeda dari pelaksanaan sebelumnya, Transbahasa Championship menghadirkan trofi bergilir yang akan diperebutkan setiap tahun dan diserahkan kepada pemenang untuk dipertahankan hingga kompetisi berikutnya.
Pewarta : Echin