Provinsi Gorontalo Status Siaga Darurat Kekeringan dan Karhutla

Suasana rapat Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Provinsi Gorontalo dalam rangka mengantisipasi dampak kekeringan akibat kemarau panjang, di Aula Rudis Gubernur, Selasa (12/9/2023).(Foto : Mila)

 

Kota Gorontalo, Kominfotik – Penjabat Gubernur Gorontalo Ismail Pakaya menandatangani surat Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan (Karhutla) di wilayahnya, Selasa (12/9/2023). Penetapan tersebut seusai menggelar Rapat Forkopimda diperluas dengan mempertimbangkan surat yang sama dari empat kabupaten di Gorontalo.

“Hari ini akan saya tanda tangan, karena saya memang menunggu hasil rapat hari ini untuk penetapan status siaga darurat kekeringan yang ada di Provinsi Gorontalo,” ungkap Ismail.

Salah satu syarat administrasi yang membutuhkan surat ini yakni pengambilan Cadangan Beras Pemerintah (CBP) pada Bulog. Penjagub Ismail menganjurkan agar beberapa kecamatan dan desa yang telah dilanda kekeringan dapat menggunakan CBP tersebut.

Sementara itu, Kepala Bulog Provinsi Gorontalo Munafri Syamsudin melaporkan ketersedian CBP di Bulog akan terus ada hingga Desember dan Januari. Masing-masing kabupaten/kota bisa mengambil 100 ton dengan hitungan berapa yang terdampak, dikali 0,4 gram, kemudian dikali masa tanggap darurat, kemudian diajukan ke kantor Bulog. Salah satu koordinasinya dengan Kementrian Sosial dalam hal ini Dinas Sosial.

“Jadi itu wajib ada surat penetapan siaga darurat, kalau tidak saya juga bisa kena. Kalau provinsi itu bantuannya bisa sampai 200 ton, lebih di atas dari kabupaten/kota,” kata Munafri.

Empat kabupaten di Provinsi Gorontalo telah menetapkan status Siaga Darurat Kekeringan dan Kebakaran Hutan (Karhutla). Kabupaten dimaksud yakni Pohuwato, Boalemo, Bone Bolango dan Gorontalo.

Pewarta : Mila

Editor : Isam

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI