
KOTA GORONTALO, Kominfotik – Badan Pembinaan Ideologi Pancasila (BPIP) dan Universitas Islam Negeri (UIN) Sultan Amai Gorontalo menandatangani Memorandum of Understanding (MoU) atau nota kesepahaman untuk memperkuat aktualisasi nilai Pancasila. Penandatanganan MoU di aula UIN Sultan Amai Gorontalo, Jumat (4/9/2026), disaksikan oleh Kepala BPIP Yudian Wahyudi dan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail.
Penandatanganan MoU itu merupakan model kolaborasi antara lembaga pemerintah dengan perguruan tinggi dalam memperkuat aktualisasi nilai-nilai Pancasila, sekaligus memperkokoh moderasi beragama. Melalui nota kesepahaman tersebut diharapkan UIN Sultan Amai Gorontalo dapat menjadi salah satu pusat pengembangan pemikiran dan pratik baik dalam mengintegrasikan nilai Pancasila dengan pendidikan keagamaan dan kehidupan kebangsaan.
“Kegiatan ini merupakan momentum penting untuk memperkuat sinergi antara BPIP dengan perguruan tinggi dalam penyelenggaraan Pancasila. Pembinaan ideologi Pancasila harus dilakukan secara kolaboratif, oleh karena itu BPIP tidak dapat bekerja sendiri, butuh sinergi dengan kementerian lembaga, pemerintah daerah, perguruan tinggi, serta seluruh elemen masyarakat,” kata Yudian dalam sambutannya.
Sementara itu Gubernur Gusnar Ismail mengapresiasi penandatanganan nota kesepahaman tersebut. Menurutnya, merupakan sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi UIN Sultan Amai Gorontalo yang baru beberapa bulan lalu bertransformasi menjadi perguruan tinggi Islam Negeri untuk berkolaborasi dengan lembaga tinggi negara.
“Ini adalah sebuah kehormatan dan kebanggaan bagi UIN Sultan Amai yang baru saja bertransformasi menjadi perguruan tinggi negeri. Kepala BPIP merupakan pejabat tinggi negara yang pertama datang ke Gorontalo untuk berkolaborasi dengan UIN. Ini menjadi tonggal bagi UIN Sultan Amai untuk menopang dan mengawal Gorontalo ke depan,” kata Gusnar.
Penandatanganan nota kesepahaman sekaligus dirangkaikan dengan kuliah umum oleh Ketua BPIP Yudian Wahyudi. Kuliah umum yang diikuti oleh guru Pancasila dan Kewarganegaraan, para kepala sekolah dan madrasah, guru agama, dan mahasiswa itu mengangkat topik “Menggali Nilai-Nilai Pancasila dan Moderasi Beragama sebagai Inspirasi Bernegara.
Pewarta : Haris