Wagub Menyerahkan Insentif Untuk Imam Masjid

Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo akan menjadikan pembangunan sektor keagamaan dan budaya menjadi salah satu program prioritas. Hal ini dimaksudkan untuk mengembangkan nilai-nilai keagamaan dan budaya masyarakat Gorontalo, meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT Sang Maha Pencipta Alam Semesta, serta memperkokoh mental dan spiritual masyarakat dalam menghadapi gempuran budaya-budaya yang tidak sesuai dengan perilaku dan nilai-nilai luhur masyarakat Gorontalo.

“Daerah kita dikenal dengan filosofi Adat bersendikan Sara, Sara bersendikan Kitabullah. Kedepan, filosofi ini harus benar-benar diimplementasikan dalam kehidupan bermasyarakat, dan tidak hanya menjadi slogan semata, sebagai dampak dari derasnya arus informasi dan globalisasi utamanya yang melanda generasi muda kita,” kata Wagub Idris Rahim saat memberikan sambutan pada penyerahan insentif bagi para imam masjid, pegawai sara, perangkat adat, guru abdi, dan guru TPA-TPQ, yang digelar oleh Pemerintah Kota Gorontalo di halaman rumah jabatan Walikota Gorontalo, Minggu (16/10).

Idris mengungkapkan, masyarakat Provinsi Gorontalo yang mayoritas penduduknya beragama Islam, menghadapi tantangan yang berat khususnya dalam upaya meningkatkan keimanan dan ketakwaan kepada Allah SWT. “Secara kuantitas, umat Islam di daerah ini memang mayoritas, mencapai 96 persen dari total penduduk Gorontalo. Tetapi secara kualitas keimanannya, masih cukup lemah,” ujar Idris. Menurutnya indikator lemahnya kualitas keimanan ini sangat jelas terlihat dalam kehidupan masyarakat saat ini, dimana masjid yang menjadi tempat ibadah umat Islam semakin sepi dan ditinggalkan para jamaahnya.

Oleh karena itu, lanjut Idris, Pemerintah Provinsi Gorontalo mengambil langkah strategis untuk kembali memakmurkan masjid, dengan mengalokasikan anggaran untuk insentif bagi para imam dan muadzin di seluruh kabupaten/kota se Provinsi Gorontalo. Secara bersinergi, Pemerintah Kota Gorontalo ikut memberikan uang jasa kepada para imam masjid, pegawai sara, perangkat adat, guru abdi, dan guru TPA-TPQ.

“Pemberian insentif ini tujuannya untuk kepentingan dunia dan akhirat. Pemerintah berharap, para imam masjid ini menjadi pelopor dalam memakmurkan masjid. Karena syarat makmurnya masjid, yakni memiliki imam yang tetap, tersedianya tempat wudhu yang memadai, serta ada kajian-kajian Al Qur’an. Tujuan pembangunan adalah membangun manusia seutuhnya, tidak hanya fisik materialnya saja, tetapi juga mental spiritualnya,” tandas Idris.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI