Ketua TP. PKK Gorontalo Sosialisasikan Peningkatan Mutu Teknik Mokarawo

Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah (baju orange) saat menyapa ibu ibu yang tergabung dalam TIM PENGGERAK PKK perwakilan Kabupaten / Kota se Provinsi Gorontalo. Idah juga berpesan kepada Ibu Ibu yang hadir untuk terus memperhatikan para pangrajin karawo yang tersebar di seluruh Kabupaten / Kota. (Foto – Andika Humas)

Kota Gorontalo, Humas – Mokarawo adalah sebuah seni membuat Karawo. Sedangkan Karawo adalah salah satu pakaian khas Provinsi Gorontalo yang semakin pesat perkembangannya. Melihat hal tersebut, Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah, bersama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten / Kota se- Provinsi Gorontalo, menggelar Sosialisasi Peningkatan Mutu Hasil Sandang Khas Daerah dalam hal ini teknik Sulam Karawo, yang berlangsung di gedung Bele limbui Kota Gorontalo, Selasa, (6/11/2018).

Dalam kesempatan tersebut Idah mengatakan peningkatan mutu dan kualitas kain karawo harus terus di tingkatkan. Hal ini sejalan dengan kepopuleran kain sulaman yang dikenal dengan Kerawang in, baik di kanca nasional maupun internasional

“Oleh karenanya sosialisasi ini kita gelar dari Tim PKK dulu nanti akan berkelanjutan kepada para pengrajin karawo, sebagaimana kita ketahui saat ini teknik karawo sudah mempunyai citra budaya yang tinggi jadi perlu terus dilestarikan, ” kata Idah

Perempuan asal Solo ini menambahkan sosialisasi ini mengacu pada teknik seni membuat karawo yang disebut mokarawo. Dimana mokarawo ini telah diturunkan dari generasi ke generasi. Keindahan motif, keunikan cara mengejarkan dan kualitas yang bagus membuat karawo semakin bernilai tinggi

“Perlu kita ketahui bersama bahwa, tradisi mokarawo ini adalah sepenggal sejarah yang pernah diselamatkan kaum perempuan Gorontalo, dimana dahulu Belanda berupaya menghilangkan tradisi ini. Untuknya setelah kita merdeka, seiring dengan perkembangan zaman yang sudah modern harusnya tradisi ini semakin bernilai tinggi, ” tambahnya

Istri Gubernur Gorontalo inipun menghimbau dengan melihat upaya dan sejarah dari para pendahulu, agar semua pengrajin yang sudah ada sekarang harus selalu menimbulkan rasa optimisme dalam mempertahankan dan meningkatkan produk tersebut

“Kita lihat saja awalnya produk ini sempat mati suri. Namun akhirnya pemerintah melakukan berbagai cara untuk membuat kerajinan ini kembali dilestarikan dan bahkan sekarang sudah semakin populer. Kita sudah menembus pasar Amerika, ini sebuah kebanggaan, ” tandasnya

Pewarta : Echin

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI