Ini Rekomendasi Peserta KKDN TNI ke Pemprov Gorontalo

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah, batik) berfoto bersama dengan beberapa Perwakilan Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa Diklat Reguler (Pasis Dikreg) angkatan 45 yang telah menyelesaikan tugas belajarnya di Provinsi Gorontalo. (Foto : Salman – Humas)

KOTA GORONTALO, Humas – Peserta Kuliah Kerja Dalam Negeri (KKDN) Perwira Siswa Diklat Reguler (Pasis Dikreg) angkatan 45 menyelesaikan tugas belajarnya di Provinsi Gorontalo. Sejumlah rekomendasi disampaikan oleh para calon perwira tinggi itu di hadapan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie dan para pimpinan OPD, Jumat (7/9/2018) bertempat di Ruang Dulohupa, Kantor Gubernuran.

Beberapa fokus rekomendasi mereka yakni menyangkut peningkatan Sumber Daya Manusia (SDM), pengelolaan Sumber Daya Alam (SDA), dan peningkatan infrastruktur di Gorontalo.

Pasis Dikreg menilai peningkatan SDM di Provinsi Gorontalo sejuah ini sudah cukup baik. Meski begitu, penurunan nilai-nilai kebangsaan dinilai masih cukup menghawatirkan terutama di era teknologi informasi dan komunikasi yang semakin pesat.

“Fenomena ini tidak saja terjadi di Gorontalo namun juga hampir di semua daerah. Menurunnya nilai-nilai kebangsaan juga bisa terjadi kepada siapa saja. Oleh karena itu butuh penguatan salah satunya melalui pendidikan formal,” kata Kolonel Inf. Blasius Popilus, perwakilan Pasis Dikreg angkatan 45.

Dalam hal pengelolaan Sumber Daya Buatan khususnya di bidang industri, pemerintah didorong untuk melakukan industrialisasi SDA daerah secara terintegrasi dari hulu hingga hilir. Bahan baku hasil pertanian seperti jagung dan perikanan di sektor kelautan bisa langsung diolah menjadi produk pakan dengan kualitas terbaik.

“Terkait dengan hal ini, kami menyarankan perlu adanya Kawasan Industri Terpadu. Kawasan ini diharapkan dapat melaksanakan kegiatan perindustrian dari hulu sampai hilir,” imbuh mantan Dandim 1304 Gorontalo itu.

Sementara itu, Gubernur Gorontalo Rusli Habibie menyambut baik pelaksanaan KKDN Pasis Dikreg Angkatan 45 di Gorontalo. Menurutnya, apa yang menjadi rekomendasi jajaran TNI menjadi pekerjaan rumah yang telah, sedang dan terus dilakukan oleh pemerintahannya.

“Program kami fokus di empat program unggulan yakni pendidikan, kesehatan, pembangunan infrastruktur dan ekonomi kerakyatan. Kenapa begitu? Karena jabatan politik gubernur hanya lima tahun. Jika semua persoalan di provinsi, kabupaten/kota bahkan nasional tidak fokus dituntaskan maka itu sulit,” jelas Rusli.

Rusli berharap rekomendasi dari berbagai pihak dapat menambah wawasan untuk perbaikan program di masa yang akan datang. Rusli juga mengucapkan terima kasih karena sudah menjadikan Gorontalo sebagai lokasi KKDN tahun ini.

Jumlah peserta KKDN Pasis Dikreg Angkatan 45 di Provinsi Gorontalo sebanyak 56 orang. Terdiri dari 1 orang pakar, 40 orang pasis, serta pimpinan dan staf Sesko TNI sebanyak 12 orang dan 3 personil pendukung. KKDN berlangsung selama empat hari dari tanggal 3 hingga 7 September 2018.

Pewarta: Isam

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI