REN Badan POM Jadi Ajang Promosi Karawo

Kepala Badan POM Penny K. Lukito (tengah) mengenakan pakaian Karawo pada pembukaan REN Badan POM yang ditandai dengan pemukulan alat musik tradisional Gorontalo, Polopalo, bersama Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (ketiga kanan), Ketua TP. PKK Provinsi Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie (ketiga kiri), serta pimpinan Forkopimda, di hotel Maqna Kota Gorontalo, Rabu (22/11)

GORONTALO – Pembukaan Rapat Evaluasi Nasional (REN) Badan Pengawas Obat dan Makanan (POM) terasa istimewa. Pada kegiatan yang dibuka oleh Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim, di hotel Maqna Kota Gorontalo, Rabu (22/11), seluruh peserta mengenakan pakaian khas Gorontalo, Karawo, yang dilengkapi Upiya Karanji bagi peserta laki-laki.

Demikian pun dengan Kepala Badan POM, Penny K. Lukito, yang mengenakan pakaian Karawo dengan dominasi warna coklat dan motif Karawo bunga-bunga berwarna kuning, merah, dan hijau.

“Saya senang dan sangat mengapresiasi pelaksanaan REN Badan POM yang seluruh pesertanya mengenakan Karawo dan Upiya Karanji,” kata Wagub Idris Rahim mengawali sambutannya pada kegiatan itu.

Idris juga berharap, selama lima hari berada di Provinsi Gorontalo, para peserta juga dapat meluangkan waktunya mengunjungi destinasi wisata di Provinsi Gorontalo, termasuk membeli oleh-oleh khas Gorontalo. Sehingga pelaksanaan REN dapat berdampak pada pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat di Provinsi Gorontalo.

“Jika ingin berjalan-jalan, bapak ibu bisa menggunakan bentor. Untuk Karawo kalau bisa membelinya lebih dari satu,” ujar Idris yang disambut tepuk tangan seluruh peserta.

Sementara itu terkait pelaksanaan REN Badan POM di Provinsi Gorontalo, Kepala Badan POM menjelaskan bahwa pemilihan tersebut didasarkan atas intensitas kerja sama antara Badan POM dengan pemerintah daerah di Provinsi Gorontalo yang sangat intensif.

“Tahun ini kami memilih Gorontalo menjadi lokasi REN, karena Pemerintah Provinsi Gorontalo dan seluruh jajarannya sangat intensif dalam membangun kerja sama dengan Badan POM,” jelas Penny.

Sebelumnya Kepala Balai POM Gorontalo, Sukriadi Darma dalam laporannya menyampaikan, pelaksanaan REN bertujuan untuk melakukan evaluasi pelaksanaan Renstra Badan POM tahun 2015-2019 di tahun 2017, membahas permasalahan pengawasan obat dan makanan, serta upaya tindak lanjutnya. REN berlangsung dari tanggal 21-25 November 2017, dan diikuti oleh 300 peserta dari Balai POM seluruh Indonesia.

“Untuk pertama kalinya dalam pelaksanaan REN seluruh peserta menggunakan pakaian khas daerah, yaitu Karawo pakaian khas Gorontalo,” tandasnya.

Pewarta/Editor : Haris
Foto : Haris

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI