Komisi VII DPR RI Gelar Rapat Kerja Dengan Pemprov Gorontalo

Wagub Gorontalo H. Idris Rahim (kanan), menyerahkan plakat Pemprov Gorontalo kepada Ketua Tim Kunker Komisi VII DPR RI H. Satya W. Yudha (kiri) di ruang Dulohupa kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (31/10)

GORONTALO – Komisi VII DPR RI menggelar rapat kerja dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo dan mitra kerja terkait di ruang Dulohupa kantor Gubernur Gorontalo, Selasa (31/10). Tim kunjungan kerja Komisi yang membidangi sektor energi, riset dan teknologi, serta lingkungan hidup, dipimpin langsung oleh Wakil Ketua Komisi VII H. Satya Widya Yudha dari Fraksi Partai Golkar.

“Provinsi Gorontalo menjadi tujuan kunker Komisi VII didasarkan atas potensi energi yang ada di daerah ini. Kami ingin melihat program-program yang menjadi kewenangan Komisi VII, dan bagaimana realisasinya kepada masyarakat,” kata Satya.

Salah satu poin yang dibahas pada rapat kerja tersebut yakni menyangkut pengembangan energi nasional melalui Kebijakan Energi Nasional (KEN) yang dikeluarkan oleh Dewan Energi Nasional (DEN). Satya mengemukakan, hasil dari KEN muncul Rencana Umum Energi Nasional (RUEN) yang kemudian harus diterjemahkan dalam Rencana Umum Energi Daerah (RUED).

“RUED ini nantinya akan menjadi pijakan dalam pengembangan energi di daerah, termasuk pengembangan energi baru terbarukan,” ujarnya.

Terkait penyusunan RUED Provinsi Gorontalo, Wakil Gubernur Gorontalo H. Idris Rahim menjelaskan bahwa Pemprov Gorontalo saat ini sudah menindaklanjuti sosialiasi penyusunan RUED yang dilakukan oleh DEN. Langkah awalnya yaitu dengan membentuk tim penyusun RUED Provinsi Gorontalo.

“Beberapa waktu lalu kami sudah menerima referensi dari DEN, dan sebagai langkah awal kami membentuk tim penyusunan RUED,” kata Idris.

Sebelumnya dalam paparannya Wagub Idris Rahim menyampaikan potensi mineral dan energi Provinsi Gorontalo. Untuk potensi mineral yang bernilai ekonomis tinggi, diantaranya berupa emas, tembaga, perak, biji besi, marmer, mineral non logam dan batuan.

Untuk potensi energi di Provinsi Gorontalo, yakni panas bumi dengan luas kawasan mencapai 36.110 hektar dengan potensi 110 mega watt dan 20 mega watt untuk tipe water dominan dengan suhu rata-rata 110 sampai dengan 180 derajat celcius. Selain itu ada juga potensi pembangkit tenaga listrik biomass dengan kapasitas 12 mega watt dengan bahan bakar terdiri dari sekam padi dan biomass jagung. Potensi pembangkit listrik tenaga air di Kabupaten Gorontalo, Boalemo, Pohuwato, Bone Bolango, dan Kabupaten Gorontalo Utara.

“Khusus untuk potensi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan, kita memiliki potensi air dengan skala besar dengan total cadangan 70,5 mega watt yang belum dimanfaatkan, mini hidro dan mikro hidro, serta energi angin 50 sampai 100 kilo watt yang belum dimanfaatkan,” papar Idris.

Pewarta/Editor : Haris
Foto : Haris

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI