10 Tokoh Gorontalo Diseminarkan Untuk Dibangunkan Patung

 

GORONTALO – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo menggelar seminar rencana pembangunan monumen patung Isimu-Gorontalo, Selasa (24/10). Acara yang dibuka langsung oleh Gubernur Gorontalo Rusli Habibie itu dihadiri oleh semua elemen masyarakat baik dari unsur Forkopimda, kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) provinsi dan kabupaten/kota, tokoh agama, tokoh masyarakat,tokoh adat, tokoh pemuda serta dari unsur mahasiswa.

Seminar ini untuk menghimpun pendapat, pemikiran dan masukan dari semua lapisan masyarakat tentang siapa tokoh terbaik Gorontalo yang dipandang paling layak untuk dijadikan patung. Patung yang rencananya akan berdiri gagah di jalan simpang empat bandar udara Jalaluddin Gorontalo.

Sebanyak 10 tokoh yang dinilai memenuhi syarat untuk dipilih yakni Abdullah Amu, Prof. DR (HC) Ing. Dr. Sc. Mult. Bacharuddin Jusuf Habibie, DR (HC) Hans Bague Jassin , Jalaludin Tantu, Prof. Dr. John Ario Katili, Nani Wartabone, Prof. Saminan Nur, Sultan Amai, Thayeb Moh. Gobel dan Prof. Dr. Jusuf Syarif Badudu.

“Di Gorontalo sendiri memang sudah banyak patung, akan tetapi patung yang kita bahas sekarang menjadi begitu penting, karena nanti kebetulan letaknya di Bandara Jalaludin Gorontalo. Seperti kita ketahui di mana-mana bandara itu dikenal sebagai pintu gerbang masuk di suatu daerah, untuk itu kita perlu suatu ikon yang bisa memperkenalkan Gorontalo kita seperti apa,” kata Rusli.

Gubernur dua periode ini menyadari pembangunan monumen patung tidaklah mudah. Terdapat banyak tokoh tokoh besar Gorontalo yang memiliki banyak jasa dan kontribusi bagi daerah, bangsa dan negara. Oleh karena itu, seminar bertajuk “Dia Inspirator Negeri” ini dipandang menjadi forum paling tepat untuk menyamakan persepsi dari semua pihak.

Untuk memilih ikon patung, Pemprov juga mematok sembilan kriteria yang dinilai paling layak untuk diusulkan menjadi monumen patung tersebut yakni dilihat dari rekam jejak, popularitas, kepahlawanan, prestasi/kecerdasan, inspirator dan motivator. Selain itu, ada juga indikator prespektif tokoh (masa lalu, hari ini dan masa depan), keteladanan, budaya (kultural), agamis (religius), serta kebijakan pemerintah sendiri.

“Jadi nanti penentuanya bisa kita simpulkan dari pendapat keseluruhan peserta seminar yang akan di himpun dan dirampungkan oleh tim perumus. Kira-kira siapa yang paling cocok untuk jadi ikon monumen patung di bandara kita. Selanjutnya nanti akan keluar satu nama dan itu harus kita terima, karena ini hasil dari seminar secara terbuka dan transparan,” imbuh Rusli.

Rusli berharap siapapun tokoh terpilih melalui forum resmi ini dapat diterima oleh semua pihak. Ia menyadari bahwa rekomendasi seminar bisa melahirkan pro dan kontra di tengah tengah masyarakat, meski begitu ia tetap yakin hasil rekomendasi seminar adalah pilihan terbaik.

Pewarta : Ecyhin

Editor : Isam

Foto : Salman

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI