Rusli Jelaskan Beda Pemimpin Dulu dan Sekarang

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie memiliki penilaian tersendiri terkait dengan perbedaan pemimpin dulu dan sekarang. Menurutnya, dulu karisma seorang pemimpin di mata masyarakat sangat tinggi. Ada nilai nilai penghormatan dan penghargaan yang diberikan oleh masyarakat terhadap pemimpinnya.

“Dulu pemimpin sangat disegani di masyarakat. Kakek saya mantan Ayahanda tahun 1940-an. Menyapa untuk basa basi misalnya; wah bagus sekali buah pisang di pekarangan rumahmu ini. Belum sampai si Ayahanda atau Jogugu (camat) di rumah, pisang sudah ada di dapur rumah (diantar lebih dulu oleh pemilik pisang),” kisah Rusli saat memberi pengarahan di depan pengurus LSM dan Ormas se-Gorontalo, Rabu (11/10).

Budaya dan nilai seperti itu menurut Rusli sudah luntur di tengah tengah masyarakat. Hubungan antara pemimpin dengan masyarakat kini lebih banyak diukur oleh uang.

“Sekarang kalau ada Ayahanda, Camat apalagi Gubernur mau menegur begitu, paling paling dia jawab; sudah ditawar orang Rp. 300 Ribu pak tapi belum saya jual. Padahal tidak ada yang tawar itu pisang,” lanjut Rusli diiringi gelak tawa hadirin.

Pergeseran budaya ini menurut Rusli tidak semata menjadi kesalahan masyarakat. Menurutnya setiap pemimpin harus juga menginstrospeksi diri sejauh mana ia dekat dan melayani warganya. Sistim demokrasi Indonesia yang semakin terbuka juga menjadikan masyarakat tidak lagi ada sekat dengan pemimpinnya.

Pewarta/editor : Ismail

Foto                   : Valen

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI