PUM Netherland Tertarik Kembangkan Obyek Wisata Bubohu

Wagub Gorontalo, H. Idris Rahim (kanan), berdiskusi dengan Mr. Han Vanderheijden dari PUM Netherlands, terkait pengembangan obyek wisata Bubohu

GORONTALO – Obyek wisata Bubohu mendapatkan perhatian dari organisasi internasional. Perhatian itu datang dari Programma Uitzending Manager’s (PUM) Netherlands, yang secara khusus mengutus konsultannya, Mr. Han Verheijden, untuk melakukan survei dan observasi pengembangan obyek wisata Bubohu di desa Bongo, Batudaa Pantai, Kabupaten Gorontalo.

“Obyek wisata Bubohu memiliki keunikan, otentik, dan original, khususnya menyangkut sejarah dan budaya. Inilah yang menarik bagi PUM untuk membantu mengembangkan obyek wisata ini,” kata Mr. Han saat melakukan audiens dengan Wakil Gubernur Gorontalo, H. Idris Rahim, di rumah jabatan Wagub, Kamis (7/9) malam.

Han menjelaskan, PUM Netherland akan fokus pada pengembangan wisata sejarah, adat, dan budaya. Bahkan dirinya mengungkapkan, pihaknya akan memberi branding terbaru bagi obyek wisata Bubohu, yakni The Hidden Kingdom atau kerajaan yang tersembunyi.

“Kita akan mengeksplor kerajaan yang ada di Gorontalo melalui obyek wisata Bubohu, karena selama ini yang banyak dikenal di dunia internasional hanya kerajaan yang ada di Jawa,” paparnya.

Wagub Idris Rahim menyambut positif rencana PUM Netherland untuk mengembangkan obyek wisata Bubohu. Menurutnya hal ini sejalan dengan salah satu program unggulan Pemerintah Provinsi Gorontalo, yakni pengembangan sektor pariwisata yang lebih mendunia.

“Sektor pariwisata merupakan sektor pengungkit bagi berkembangnya sektor-sektor lainnya. Tentunya butuh dukungan dari berbagai pihak untuk memajukan pariwisata Gorontalo, oleh karena itu saya sangat mengapresiasi keinginan PUM Netherland untuk mengembangkan obyek wisata Bubohu,” kata Wagub Idris Rahim.

Senada dengan Wagub Idris Rahim, pelaksana tugas Kadis Pariwisata Provinsi Gorontalo, Resma Kabakoran, menjelaskan, salah satu obyek wisata yang akan dikembangkan oleh Pemerintah Provinsi Gorontalo adalah obyek wisata Bubohu dengan ikon wisata religi atau wisata halal. Resma menambahkan, pihaknya juga membuat program yang membuka konektivitas antara wisata Bubohu, Biluhu, dan Olele, melalui jalur laut.

“Kedepan dengan hadirnya PUM Netherland, Bubohu tidak hanya dikenal sebagai obyek wisata religi, tetapi juga sebagai wisata budaya dan sejarah yang dikenal hingga ke mancanegara,” pungkas Resma.

Pewarta/Editor : Haris
Foto : Haris

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI