Gorontalo Masih Rendah Pemeriksaan Dini Kanker Serviks

Gorontalo merupakan salah satu dari 10 provinsi di Indonesia yang terendah dalam hal pemeriksaan IVA test, olehnya kegiatan hari merupakan moment yang sangat tepat bagi kita semua khususnya kaum ibu dan perempuan untuk mengikutinya dengan sebaik-baiknya. Hal ini diungkapkan oleh Asisten Pemerintahan Setda Provinsi Gorontalo DR. Anis Naki saat membuka acara Deteksi Dini Kanker Serviks/Kanker Payudara Pemeriksaan IVA/Sadanis, Selasa (25/4) di Gedung Bele Li Mbui Kota Gorontalo.

Anis menjelaskan di Indonesia setiap satu jam satu perempuan meninggal yang diakibatkan oleh kanker serviks atau kanker rahim tersebut. Penyakit ini merupakan salah satu penyakit yang menjadi perhatian dunia, menurut WHO insiden kanker pada tahun 2008 sebesar  12,7 juta meningkat menjadi 14,1 juta kasus di tahun 2012 dan tingkat kematian meningkat dari  7,6 juta orang tahun 2008 menjadi 8,2 juta di tahun 2012. Kanker merupakan penyakit penyebab kematian nomor dua di dunia setelah penyaki jantung.

Diungkapkan, kanker serviks membutuhkan proes yang sangat panjang 10-20 tahun menjadi penyakit kanker yang diawali oleh proses infeksi. Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui RPJMD  Tahun 2012-2017 dan akan dilanjutkan dengan RPJMD Tahun 2017-2022 perhatian terhadap masalah kesehatan tetap dikedepankan salah satunya telah dibuktikan dengan pembangunan Rumah Sakit Asri Ainun Habibie dimana sekitar 65 persen ruangan dikhususkan untuk masyarakat yang kurang mampu.

“ Masalah kesehatan ini menjadi perhatian yang sangat tinggi dari pemerintah Provinsi, untuk itu momentum ini jangan sampai dilewatkan oleh kita semua terutama kaum ibu dan perempuan agar mengetahui apa itu kanker serviks apa itu kanker payudara dan mau memeriksakan dirinya sehingga kanker serviks  maupun kanker payudara dapat dideteksi sejak dini, menjaga dan memelihara kesehatan adalah kesadaran dan tugas dari diri kita sendiri karena bagaimana pun pemerintah walaupun terus berusah menyediakan fasilitas persoalan berkaitan dengan hidup sehat, bersih maupun lingkungan yang sehat merupakan tanggung jawab dan tugas kita semua,”tutur Anis.

Oleh sebab itu kegiatan deteksi dini melalui pemeriksaan IVA dan Paps Smear diharapkan terus digalakkan  terutama pada kelompok masyarakat yang beresiko agar dapat menurunkan kematian akibat kanker serviks dan memperpanjang umur harapan hidup pungkas Anis.

Hal senada disampaikan oleh Anggota Oase Kabinet Kerja Ibu Rugayah Wiranto Usman mengatakan salah satu kegiatan OASE KK dibidang kesehatan sangat mendukung program pemerintah dalam deteksi dini leher rahim dan kanker payudara. Pencanangan peningkatan peran masyarakat dalam pencegahan dan deteksi dini kanker ini dilaksanakan dan diresmikan oleh Ibu Jokowi pada tahun 2015 yang lalu di Kulon Progo dan hari ini 25 April secara serentak  di 10 provinsi yang cakupannya masih  rendah yaitu provinsi Jambi, Kalimantan Timur, Banten, Papua, Maluku, Bengkulu, Riau, Sulawesi Barat dan Gorontalo serta Kalimantan Selatan yang dihadiri langsung oleh Ibu Negara.

Ditambahkan, berbagai upaya yang dilakukan untuk menurunkan prevalensi kanker serviks salah satunya dengan meningkatkan cakupan pemeriksaan deteksi  terhadap kanker serviks ini terutama pada wanita yang menikah berusia 30-50 tahun. Untuk provinsi Gorontalo sendiri dari target perempuan Gorontalo 162.490 ribu yang mengikuti deteksi dini baru 1112 perempuan  atau hanya dibawah satu persen saja sedangkan target seacara nasional yakni 37,4 juta perempuan dan data yang ada sampai saat ini baru sebesar 1. 925.493 juta atau 15,5 %. Deteksi dini membantu kita mengambil langkah pencegahan atau pun pengobatan apabila diketahui ada gejala kanker leher rahim pada diri kita. Tindakan lebih awal terhadap pasien tentu dapat membantu mengurangi  resiko kematian dan itu membutuhkan kesadaraan dari kita semua terutama perempuan untuk dapat memeriksakan diri.

Sebelumnya Plt. Ketua TP. Ninuk Triyanti menjelaskan untuk provinsi Gorontalo yang memeriksakan IVA Test belum sesuai dengan harapan baru sekitar kurang lebih 0,68 % perempuan di Gorontalo usia 30-50 tahun yang mengkuti program IVA Test dan Sadanis dan yang mengikuti kegiatn tersebut hampir 5 % dinyatakan positif menderita kanker serviks. Untuk itu kami menggugah kesadaran bersama untuk semakin peduli terhadap diri kita. Tim PKK Provinsi dan TP PKK Kabupaten/Kota terus mensosialisasikan kegiatan IVA Test dan Sadanis. Gerakan IVA Test kita jadikan sebagai gerakan untuk terus menyadarkan masyarakat terutama para perempuan di provinsi Gorontalo agar selalu menerapkan pola hidup sehat, menerapkan pola hidup cerdik dan melakukan upaya-upaya pencegahan penyakit perempuan termasuk di dalamnya pemeriksaan IVA Test dan Sadanis dan dengan dukungan seluruh elemen masyarakat, pemerintahan serta dari seluruh lembaga-lembaga yang terkait perempuan Gorontalo akan semakin sehat dan semakin meningkat kualitas kehidupannya.  (Burhan- Tim Redaksi Humas)

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI