Bandara Djalaluddin Sangat Dimungkinkan Melayani Penerbagan Luar Negeri

Gorontalo – Melihat target kunjungan wisatawan asing ke Gorontalo sekitar 30 ribu orang, kepala dinas Perhubungan Komunikasi dan Informasi Provinsi Gorontalo, Djamal Nganro mengaku bahwa, jika membuka jalur penerbangan langsung dari dan ke luar negeri, kondisi bandara Djalaluddin Gorontalo, sangat memadai.

Menurut Djamal bahwa, apa yang dilakukan oleh pemerintah provinsi Sulawesi Utara dengan membuka penerbangan langsung dari Tiongkok, sangat dimungkinkan bisa dilakukan oleh pemerintah Provinsi Gorontalo.

Jika melihat dari kesiapan infrastruktur bandara, antara Bandara Sam Ratulangi Manado dengan bandara Djalaluddin Gorontalo, panjang landasan pacunya tidak terlalu beda jauh.

“Di Manado panjang landasan pacunya sekitar 2.600 meter lebih, sementara Gorontalo sekitar 2.500 meter,”kata Djamal Nganro.

Dijelaskannya bahwa, untuk jenis pesawat yang melayani rute penerbangan langsung Manado-Tiongkok, adalah pesawat dengan jenis Boeing 900ER, dan ini sangat dimungkinkan mendarat di Gorontalo.

Bagitu juga dengan kapasitas terminal bandara, hanya saja untuk teknis agar penerbangan langsung dari luar negeri ke Gorontalo, bisa dibicarakan dengan semua pihak.

“Kementrian perhubungan sudah menyatakan kesiapanya untuk mendukung peningkatan kunjungan wisatawan asing di Gorontalo,”tuturnya.

Hanya saja pemetaan negara atau wisatawan asing yang lebih meminati jenis potensi wisata di Gorontalo harus ada pemetaan, dan hal itu bisa dibicarakan dengan pelaku industri pariwisata seperti, Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies (ASITA).

Sementara untuk jalur laut, dimana saat ini pemerintah provinsi Gorontalo, mendorong penambahan panjang dermaga baik pelabuhan kota Gorontalo dengan pelabuhan Anggrek yang ada di Kabupaten Gorontalo Utara, dan untuk menuju pulau tujuan wisata.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI