Sekda : Penanggulangan Kemiskinan Harus Berkesinambungan

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa membuka Rapat Koordinasi Daerah Penanggulangan Kemiskinan Tingkat Provinsi, Kabupaten dan Kota, yang digelar Senin (13/2) di Aula BAPPEDA Provinsi Gorontalo.

Sekda dalam kesempatan itu mengungkapkan bahwa dirinya sangat optimis ketika seluruh stakeholder bisa duduk bersama, tidak ada yang saling menyalahkan namun terus bersama sama dengan alokasi anggaran yang dimaksimalkan dan terus melakukan program-program yang bersinergi dengan program prioritas nasional,

“ Kita ingin menajamkan sejauh mana strategi penanggulangan kemiskinan dimana subtansi penting dari Rakorda ini adalah melakukan evaluasi terhadap hal-hal yang sudah dilakukan baik dalam bentuk strategi juga program dan kegiatan yang dilakukan lintas sektor antar SKPD provinsi dan sinergitas dengan program-program nasional dan yang paling penting adalah melakukan evaluasi terhadap program kemiskinan dengan kabupaten/kota,” katanya.

Lebih lanjut Sekda menjelaskan jika melihat kebelakang, upaya penanggulangan kemiskinan memerlukan upaya yang harus berkesinambungan, komprehensif, terintegrasi dan holistic. Hal ini sangat penting untuk memastikan bahwa upaya penanggulangan kemiskinan adalah upaya yang harus menyentuh setiap elemen masyarakat miskin.

Dikatakan, kemiskinan di Gorontalo adalah kemiskinan struktural dimana kemiskinan struktural ini adalah kemsikinan yang muncul bukan karena ketidakmampuan si miskin untuk bekerja tetapi juga karena ketidakmampuan sistem dan stuktur sosial dalam menyiapkan kesempatan yang memungkinkan masyarakat miskin dalam bekerja lebih luas lagi.

“Strategi-strategi untuk penanggulangan kemiskinan secara masif kita lakukan baik di tingkat provinsi maupun kabupaten/kota, dan berkat upaya maupun kita semua dan dukungan dari masyarakat, data BPS menunjukkan bahwa per September 2016 angka kemiskinan di Provinsi Gorontalo turun menjadi kurang lebih 17,63 %, tetapi upaya ini terus dilakukan agar kemisikinan di Provinsi Gorontalo lebih turun lagi,” jelasnya.

Winarni mengungkapkan bahwa paradigma penanggulangan kemiskinan diharapkan harus fokus terhadap empat prinsip. “Kita berharap PE kita lebih kuat berkualitas lagi dengan upaya-upaya yang telah dilakukan yang difokuskan di sektor pedesaan dan pertanian. Kita juga harus melakukan refocusing program dan harus melibatkan seluruh SKPD terkait agar berjalan dengan baik, program-program inovatif lain juga perlu dicoba agar penanggulangan kemiskinan bisaa optimal,” pungkasnya. (Faisal – Tim Redaksi Humas )

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI