Gorontalo Raih Penghargaan TPID Terinovatif Untuk KTI

Provinsi Gorontalo meraih penghargaan sebagai TPID terinovatif untuk kawasan timur Indonesia. Hal ini dijelaskan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Prof. Winarni Monoarfa saat memimpin rapat High Level Meeting (HLM) Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) di ruang huyula Kantor Gubernur Gorontalo, kamis (19/1) yang turut diikuti oleh Kepala Bank Indonesia perwakilan Gorontalo, Asisten II Setda Provinsi Gorontalo, Sekretaris Daerah Kabupaten Pohuwato, Sekretaris Daerah Kabupaten Gorontalo, Asisten II Kabupaten Boalemo, Bone Bolango , PLN, Pertamina, serta dinas teknis Provinsi Gorontalo.

Sekda sekaligus ketua TPID Provinsi Gorontalo mengapresiasi kepada TPID Kab/Kota yang telah mengendalikan inflsi selama tahun 2016, sehingga laju inflasi Gorontalo pada tahun 2016 tercatat sebesar 1,30% inflasi ini jauh lebih rendah dari Inflasi Nasional yang sebesar 3.02% dan selanjutnya saya mengapresiasi kembali atas kinerja bagi Sekretaris Daerah Kab/Kota yang sudah menetapkan untuk APBD 2017  tepat waktu puji Sekda .

Masih kata sekda, untuk rakornas TPID VII 2016, Presiden menyampaikan masalah inflasi menjadi perhatian penting bagi kepala daerah, dan untuk meningkatkan koordinasi TPID Kab/Kota agar rapat TPID dapat dilakukan di masing-masing daerah secara bergilir. Bank Indonesia dapat menyampaikan informasi inflasi di daerah-daerah guna bisa mengambil langkah-langkah cepat dalam mengendalikan inflasi harap sekda.

Lanjut sekda, untuk komunitas cabai hampir diseluruh Indonesia mengalami kenaikan termasuk Provinsi Gorontalo walaupun komunitas cabai di Provinsi Gorontalo melimpah, ini disebabkan cabai dibawa ke daerah-daerah tetangga sehingga diharapkan kepada  pemerintah daerah memberikan solusi untuk mengatasinya dan untuk stok beras di bulog sebanyak 6400 ton untuk ketahanan sampai bulan mei 2017, namun perlu untuk diwaspadai kenaikan harga pada akhir januari dan awal februari 2017 karena belum adanya penetapan pagu Rastra (beras sejahtera) dan saya berharap dinas kumperindag Provinsi Gorontalo bersama-sama dengan bulog untuk bisa mengantisipasi pelaksanaan operasi pasar harap sekda.

Dalam kesempatan tersebut, pihak pertmina sendiri akan segera melakukan launcing Bright gas 5,5 Kg yang diharapkan mampu mengurangi kelangkaan elpiji dan untuk PLN sekda berharap segera melakukan sosialisai terkait penyesuaian penarikan subsidi pelanggan 900VA.

selanjutnya sekda berharap TPID berkomitmen dan konsisten dalam pengendalian inflasi sehinga tahun ini 2017 kembali mempu meraih penghargaan sebagai TPID terinovatif untuk kawasan timur Indonesia atau lebih dari itu harap sekda. (Faisal/Tim Redaksi Humas )

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI