Niatkan Yang Tulus Membangun, Kendati Banyak Tantangan

Gorontalo – Membangun suatu daerah bukan perkara mudah, apalagi masyarakatnya memiliki karakter yang berbeda-beda. Kendati begitu, Gubernur Rusli Habibie dan Wakil Gubernur Idris Rahim, tak pernah kendor selangkah pun dalam merealisasikan pembangunan di daerah.

Yang dipikirkan pasangan Nyata Karya Rusli Idris ( NKRI ) ini bagaimana masyarakat sejahtera dengan program pembangunan yang nyata.

Empat program unggulan seperti pendidikan gratis, kesehatan gratis, infrastuktur dan ekonomi kerakyatan yang dijalankan NKRI, sudah dinikmati masyarakat Gorontalo.

Pendidikan dari jenjang SD-SMA/ sederajat telah bebas biaya, sehingga orang tua siswa tak perlu repot dengan iuran pendidikan yang selama ini menjadi beban. Kendati begitu, program pendidikan gratis yang memacu angka partisipasi sekolah bagi anak usia sekolah ini tetap saja mendapat cibiran dari segelintir pihak.

“ Ada yang bilang pendidikan gratis tidak mendidik. Sehingga orang tua siswa tetap harus wajib membayar iuran sekolah. Saya hanya serahkan ke masyarakat. Yang jelas program pendidikan gratis tulus untuk membantu masyarakat agar tetap mendapat layanan pendidikan. Kualitas juga tetap kita jaga,” kata Gubernur Rusli Habibie.

Gedung sekolah ditambah, fasilitas dibenahi, bahkan gaji guru honor ditingkatkan. Begitupun dengan kesehatan gratis. Di Kota Gorontalo beberapa tahun lalu, program ini ditolak, bahkan seluruh Puskesmas dan rumah sakit diminta tidak melayani pasien yang dibackup oleh program kesehatan gratis yang dijalankan oleh Gubernur Rusli Habibie dan Wagub Idris Rahim. Begitupun dengan infrastruktur.

Salah satu proyek yang kini sedang dibangun yakni jalan lingkar, Gorontalo Outer Ring Road ( GORR ), dipandang tidak penting oleh segelintir pihak. Bahkan dalam pembahasan anggaran untuk kepentingan GORR, salah satu fraksi di DPRD melakukan walkout karena tidak setuju dengan GORR.

Gubernur Rusli Habibie menjelaskan, semangat membangun GORR dengan melihat kondisi lalu lintas yang saat ini. Dimana jumlah pertumbuhan kenderaan tak sebanding dengan angka pertumbuhan jalan.

“ Mulai terjadi macet. Bahkan sudah gunakan patwal  pada jam-jam tertentu tetap macet. Kita bikin GORR kita pikirkan Gorontalo yang akan dating. Seperti apa 10 atau 20 tahun mendatang, pasti sangat macet,”terangnya.

Gubernur menyebut, ia menyadari jika niat tulus membangun daerah, tetap memiliki tantangan. “ Tapi Insha Allah semua apa yang kita programkan akan berjalan, karena niat yang tulus dan ikhlas membangun daerah,” ungkapnya. (gp/ tro )

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI