Tukang Sapu Jadi Tamu Istimewa di Rudis Gubernur

humas.gorontaloprov.go.id – Adrian  Boila (7) tak henti-henti guling-guling di kasur yang besar dan lembut. Matanya pun tak lepas menonton siaran televisi di layar kaca yang cukup besar. Sambil sesekali menyelimuti badannya dengan selimut tebal, karena dinginnya suhu pendingin ruangan di kamar.

Sementara sang ibu, Mimi Pilomangu (30), sibuk menyuapi makanan si bungsu Fitrian Boila (8) di atas karpet tebal samping kasur. Sambil sesekali memperingati Adrian untuk tidak banyak gerak, karena khawatir ada yang rusak.

Tak lama kemudian, sang ayahMarjun Boila datang dengan anak pertamanya Fahri Boila (10) yang baru pulang sekolah, dengan tersenyum-senyum.  Raut wajah gembira terlihat jelasdi rona wajah mereka. Tidak pernah terbayangkan, bisa tinggal di salah satu kamar yang sangat nyaman di rumah dinas Gubernur Gorontalo Rusli Habibie. Kamar besar, kasur nyaman dan dingin, serta layanan makanan yang banyak dan menyehatkan.

Kenapa bisa? Ya, Marjun dan keluarganya adalah salah satu dari tiga keluarga yang masuk dalam program bedah rumah Pemerintah Provinsi (Pemprov) Gorontalo. Rumah Arjun yang bekerja sebagai tukang sapu jalan di Kota Gorontalo, yang berlokasi di Kelurahan Limbau I, Kota Selatan, Kota Gorontalo, hanya berukuran 3×4 meter dan berdinding triplek. Kini oleh Pemprov Gorontalo direnovasi menjadi rumah permanen yang layak huni.

Karena rumahnya dirobohkan, Marjun dan dua keluarga lainnya pun membutuhkan tempat tinggal sementara untuk berteduh. Karenanya, Gubernur Rusli Habibie pun meminta tiga keluarga itu untuk tinggal di rumah dinas.

“Awalnya kami bingung ketika diminta pak gubernur tinggal di rurumah dinas, tapi beliau sangat ingin kami tinggal disana. Meski tadinya dikabarkan kami akan tinggal di hotel, tapi pak gubernur melarang dan meminta kami untuk tinggal di rumah dinas. Katanya agar bisa dilayani maksimal. Akhirnya kami pun nurut,” kata Marjun yang sejak Selasa malam (24/5) sudah menempati kamar di rumah dinas.

Bahkan yang tidak disangka-sangka, pria yang hanya berpenghasilan 1 juta-an per bulan ini tidak menyangka, kalau untuk urusan makan pun, mereka diminta untuk makan di ruang makan utama. Terlebih ibu gubernur, Ida Syahidah, pun ikut makan bersama mereka sambil bermain dengan anak-anaknya.

“Saya kira kami akan makan di ruang belakang saja, tapi ini tidak, makan di ruang makan utama bersama ibu gubernur pula. Kami belum pernah membayangkan bisa makan bersama beliau satu meja,” tambah Marjun.

Bagi Marjun yang juga menyambi sebagai tukang bentor untuk mendapatkan tambahan penghasilan ini, apa yang dilakukan Gubernur Gorontalo Rusli Habibie adalah bentuk penghargaan kepada masyarakat Gorontalo. “Terima kasih pak gubernur, kami sangat senang,”pungkasnya. (b-rh)

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI