Inflasi Gorontalo Terkendali Selama Ramadan 2026

Inflasi Provinsi Gorontalo Maret 2026.

Kota Gorontalo, Kominfotik – Inflasi di Provinsi Gorontalo terkendali selama Ramadan 2026. Laporan Badan Pusat Statistik menyebut inflasi bulan Maret 2026 terhadap Februari 2026 tercatat terkendali di angka 0,24 persen meskipun permintaan masyarakat biasanya meningkat selama bulan Ramadan.

“Alhamdulillah hal tersebut menunjukkan hasil disaat kondisi Ramadhan yang rawan inflasi. Tentunya Upaya yang terkoordinasi tersebut merupakan bentuk komitmen bahwa pemerintah hadir ditengah masyarakat dalam menjaga stabilitas harga dan memastikan kebutuhan masyarakat tetap terpenuhi,” ujar Kepala Bappeda Provinsi Gorontalo Wahyudin Katili, Kamis (2/4/2026).

Beberapa komoditas yang memberikan andil terhadap inflasi pada periode tersebut antara lain bensin, ikan gabus, sabun cair/cuci piring, minyak goreng, ikan asap, telur ayam ras, ikan mujair, tarif air minum PAM, serta bawang merah. Keberhasilan pengendalian inflasi ini merupakan hasil sinergi antara Pemerintah Provinsi Gorontalo, pemerintah kabupaten/kota, dan Bank Indonesia yang terkoordinasi dan sinergi dalam Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID).

Dalam beberapa kali rapat TPID, Gubernur Gusnar Ismail menekankan langkah strategis yang harus dilakukan, antara lain pemantauan rutin harga dan stok bahan pokok di pasar, pelaksanaan operasi pasar atau pasar murah guna membantu masyarakat memperoleh bahan pangan dengan harga terjangkau, serta koordinasi dengan Bulog, distributor, dan daerah penghasil untuk memastikan ketersediaan pasokan pangan tetap terjaga selama Ramadan hingga Idulfitri.

BAPPEDA

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI