
Kota Gorontalo, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo bergerak cepat menangani korban bencana kebakaran yang terjadi beberap kali dalam sebulan terakhir dengan memastikan bantuan tersalurkan optimal kepada para korban. Kehadiran pemerintah di tengah masyarakat turut menghadirkan suasana kekeluargaan yang hangat dan penuh empati.
Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail yang menyoroti meningkatnya kejadian kebakaran, segera menginstruksikan seluruh OPD untuk memperkuat koordinasi dengan pemerintah kabupaten dan kota. Penegasan ini disampaikan sebagaimana yang disampaikan pada Apel Korpri 17 Maret 2025 untuk siap siaga pelayanan kepada masyarakat.
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Reflin Buata menyampaikan bahwa Staf Bencana dan TAGANA telah diperintahkan untuk selalu memantau kejadian bencana di seluruh wilayah kabupaten/kota untuk segera dilaporkan agar bisa ditindak lanjuti. Ia juga menyampaikan untuk selalu berkoordinasi dengan pemerintah setempat dan bertindak sesuai dengan prosedur dan aturan yang berlaku.
Menindaklanjuti kejadian bencana akhir-akhir ini, pemprov sudah bersinergi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mendukung melengkapi kekurangan bantuan yang diserahkan kepada penyintas, termasuk memberikan pendampingan dan rekomendasi atas santunan bagi korban meninggal dunia akibat bencana.
Kepala Bidang Perlindungan dan Jaminan Sosial Burhanudin Napu menyampaikan untuk kejadian bencana kebakaran di kelurahan Huangobotu Kecamatan Dungingi Kota Gorontalo, beberapa jenis bantuan logistik telah dilengkapi. Pemkot Gorontalo juga telah menyalurkan kebutuhan yang bersumber dari APBN dan APBD Provinsi Gorontalo.

Adapun bantuan tersebut berupa beras 50 kg, kasur lipat sembilan lembar, selimut 9 lembar, family kit tiga paket, makanan siap saji 30 paket, makanan anak enam Paket, dan lauk pauk siap saji 30 Paket. Ada juga sandang dewasa enam paket, sandang anak dua Paket, seragam SD perempaun 2 set, seragam SD laki-laki empat set, dan seragam SMP laki- laki 2 set.
Melalui bantuan ini Pemerintah Provinsi Gorontalo berharap bisa mengurangi beban atas kejadian kebakaran yang terjadi yang di alami oleh pihak keluarga.