SLBN 2 Kota Gorontalo Mulai Dibangun

Sekdaprov Gorontalo Sofian Ibrahim saat meninjau pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kota Gorontalo di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Senin (25/5/2026). (Foto : Dikbud)

Kota Gorontalo, Kominfotik — Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi memulai pembangunan Sekolah Luar Biasa Negeri (SLBN) 2 Kota Gorontalo, ditandai dengan peletakan batu pertama di Kelurahan Dulomo Selatan, Kecamatan Kota Utara, Senin (25/5/2026). Kehadiran sekolah ini menjadi jawaban atas kebutuhan layanan pendidikan khusus yang lebih dekat bagi anak berkebutuhan khusus di tiga kecamatan.

Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menegaskan bahwa pembangunan ini adalah bukti nyata bahwa pemerintah hadir untuk semua anak tanpa terkecuali, termasuk mereka yang selama ini menghadapi keterbatasan akses pendidikan.

“Pembangunan SLBN 2 Kota Gorontalo ini adalah ikhtiar bersama untuk memastikan tidak ada anak yang tertinggal dalam memperoleh pendidikan. Setiap anak memiliki potensi, harapan, dan masa depan. Oleh karena itu, pemerintah bersama masyarakat harus terus berkolaborasi menghadirkan pendidikan yang berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan bagi generasi muda Gorontalo,” ujar Sofian Ibrahim.

Sekolah ini akan melayani peserta didik dari Kecamatan Sipatana, Kecamatan Kota Tengah, dan Kecamatan Kota Utara tiga wilayah yang selama ini belum memiliki sekolah luar biasa dalam jarak yang mudah dijangkau.

Sofian menekankan agar pembangunan berjalan tepat waktu, tepat biaya, dan tepat kualitas sesuai ketentuan Kemendikdasmen, sehingga SLBN 2 Kota Gorontalo benar-benar dapat segera hadir dan memberikan manfaat nyata bagi siswa, guru, orang tua, dan seluruh masyarakat Gorontalo.

Sementara itu, Kepala Bidang Pembinaan SMA dan Pendidikan Khusus Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo menyebutkan, pembangunan ditargetkan tuntas dalam enam bulan dengan anggaran Rp5,5 miliar dari APBN melalui Direktorat PKLK, Direktorat Jenderal Vokasi, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah RI. Pelaksanaannya menggunakan sistem swakelola dengan melibatkan tenaga kerja dan material lokal, sehingga turut memberikan dampak ekonomi langsung bagi masyarakat sekitar.

Pewarta : Agnes

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI