
Gorontalo Utara, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie bergerak cepat menangani dampak banjir bandang yang melanda Kecamatan Biau, Kabupaten Gorontalo Utara, Rabu (27/5/2026).
Melalui Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil), Pemprov Gorontalo langsung melakukan asesmen terhadap warga terdampak sekaligus membangun dapur umum untuk memenuhi kebutuhan masyarakat di lokasi bencana.
Banjir bandang yang terjadi pada Selasa malam menjelang Hari Raya Iduladha 1447 Hijriah itu mengakibatkan rumah warga rusak, harta benda hanyut terbawa arus, serta ternak milik masyarakat ikut terdampak. Kondisi tersebut memaksa warga mengungsi ke tempat yang lebih aman guna menghindari jatuhnya korban jiwa.
Berdasarkan data laporan yang masuk di Posko Taruna Siaga Bencana (Tagana) Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, terdapat lima desa yang terdampak cukup parah akibat banjir bandang tersebut. Total keseluruhan warga terdampak mencapai 820 kepala keluarga atau 3.034 jiwa.
Desa Didingga sebanyak 200 kepala keluarga (269 jiwa), Desa Omuto 168 kepala keluarga (562 jiwa), Desa Bualo 212 kepala keluarga (771 jiwa). Kemudian Desa Biau 188 kepala keluarga (717 jiwa), serta Desa Luhuto 52 kepala keluarga (715 jiwa).
Kepala Dinas Sosial, Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo Reflin Buata menjelaskan bahwa saat ini Tim Tagana bersama pilar-pilar sosial lainnya telah berada di lokasi untuk menyiapkan berbagai kebutuhan mendesak bagi para penyintas banjir.
“Pemerintah Provinsi Gorontalo terus berkomitmen hadir di tengah masyarakat dalam setiap situasi, terutama dalam kondisi darurat seperti bencana banjir ini,” ujar Reflin.
Ia menambahkan, langkah cepat yang diambil pemerintah merupakan bentuk kepedulian terhadap masyarakat mengingat besarnya dampak yang ditimbulkan akibat banjir bandang tersebut.
Pewarta : Owan-PPID Dinsosdukcapil