
Kota Gorontalo, Kominfotik – Pelantikan pengurus Asosiasi Pengusaha dan Perajin Industri Karawo (APPINKA) serta Badan Pengurus Daerah Asosiasi Perancang Pengusaha Mode Indonesia (BDP APPMI) Gorontalo menjadi penanda semakin berkembangnya industri karawo yang kini tampil lebih kreatif mengikuti tren. Kegiatan ini berlangsung di Gedung Grand Palace Convention Center, Jumat (24/04/2026).
Pelantikan APPINKA dilakukan oleh Ketua Dekranasda Provinsi Gorontalo, Nani Ismail Mokodongan, sementara pelantikan BDP APPMI Gorontalo dipimpin oleh Wakil Ketua APPMI Pusat, Misan Kopaka. Adapun yang dilantik sebagai Ketua APPINKA adalah Nining Abdurrahman Arif berdasarkan SK Nomor 04/Dekranasda/Grtlo/IV/2026), dan Ketua BDP APPMI Gorontalo adalah Budi Muda sesuai SK Nomor 003/SK/BPP-APPMI/I/2026).
Dalam sambutannya, Nani Ismail Mokodongan menekankan bahwa pelantikan ini bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum strategis untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kerajinan daerah, khususnya karawo.
“Pelantikan ini bukan sekadar seremonial, tetapi momen penting untuk memperkuat komitmen bersama dalam memajukan kerajinan daerah, meningkatkan kualitas produk, memperluas pasar, serta menjaga karawo sebagai identitas budaya Gorontalo,” ujarnya.

Ia juga mengungkapkan bahwa perkembangan karawo di Gorontalo menunjukkan tren positif, baik dari sisi desain maupun inovasi produk yang semakin variatif dan menyasar berbagai segmen, termasuk generasi muda.
“Saya melihat karawo sekarang semakin kreatif, desainnya sudah menyesuaikan dengan anak muda dan milenial. Ini menunjukkan pengrajin kita semakin cerdas dan inovatif dalam mengembangkan produk,” tambahnya.
Lebih lanjut, ia menyampaikan rencana untuk membawa produk karawo Gorontalo ke ajang nasional pada peringatan Hari Ulang Tahun Dekranasda di Makassar pada Juli 2026 sebagai bagian dari promosi yang lebih luas.

Sementara itu, Wakil Ketua APPMI Pusat, Misan Kopaka menilai karawo memiliki potensi besar sebagai produk fashion yang mampu bersaing jika dikembangkan dengan pendekatan yang tepat, terutama dalam menyesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Karawo ini adalah warisan yang unik dan punya nilai tinggi. Kalau kita tahu pasar yang dituju, produk ini pasti bisa diterima. Bahkan bisa memiliki nilai jual yang jauh lebih tinggi,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa kreativitas dalam warna dan desain menjadi kekuatan utama karawo untuk menembus pasar yang lebih luas.
“Setiap karya punya pasarnya masing-masing. Tinggal bagaimana kita menyesuaikan dengan kebutuhan pasar. Karawo ini sangat fleksibel, bahkan bisa masuk ke desain modern dan diterima masyarakat,” ungkapnya.
Pelantikan ini menjadi langkah awal dalam memperkuat sinergi antara perajin, desainer, dan berbagai pihak terkait dalam membangun ekosistem industri kreatif yang berkelanjutan. Dengan inovasi yang terus berkembang, karawo diyakini mampu menjadi produk unggulan Gorontalo yang tidak hanya bernilai budaya, tetapi juga memiliki daya saing ekonomi yang kuat.
Pewarta : Fenti