Gubernur Ingin Program Pemkab Gorontalo Berlanjut

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie saat mengikuti Rapat Koordinasi dan Evaluasi Program antara Pemprov dan Pemkab Gorontalo di Gedung Kasmat Lahay, Kamis (13/2/2020). Rusli berharap agar program Pemkab Gorontalo berkelanjutan hingga beberapa tahun ke depan. (Foto: Alfred-Humas).

KABUPATEN GORONTALO, Humas  -Gubernur Gorontalo Rusli Habibie ingin program Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gorontalo berlanjut lima tahun ke depan. Hal itu disampaikan Rusli diharapan wartawan usai menggelar Rapat Koordinasi dan Evaluasi antara Pemprov Gorontalo dan Pemkab Gorontalo di Gedung Kasmat Lahay, Limboto, Kamis (13/2/2020).

“Tadi saya katakan saya khawatir karena begitu bagusnya program Pak Nelson (bupati), capaian-capaian program selama lima tahun, ini kalau enggak ada yang lanjutkan. Naah,” kata Gubernur Rusli.

Rusli menilai kekhawatiran itu cukup beralasan. Selama ini, jika terjadi pergantian kepala daerah maka program juga akan berganti dan butuh penyesuaian ulang. Akibatnya program yang disusun menjadi tidak berkelanjutan.

“Ini kan programnya sudah bagus. Pak Nelson itu akademisi, politisi yang sudah berkecimpung di pemerintahan. Sudah profesor lagi, saya rasa beliau sangat profesional,” sambugnya.

Sementara itu, Bupati Gorontalo Nelson Pomalingo menyebut visi pemerintahannya yakni Mewujudkan Kabupaten Gorontalo Gemilang Menuju Masyarakat Madani. Visi itu dijabarkan dalam tiga tahap yakni era mantap 2016-2020, era mandiri 2021-2025 dan era madani 2026-2030.

“Periode ini kami sebut era mantap, memantapkan program pemerintahan sebelumnya menuju masyarakat mandiri insyaallah 2021-2025. Jadi visi kami masyarakat madani itu nanti 2030 siapapun bupatinya. Jadi tidak berarti saya ingin jadi bupati tiga periode pak gubernur,” jelas Nelson.

Dengan prioritas program di bidang SDM, infrastruktur dan lingkungan serta pertanian terpadu dan ekonomi kreatif, banyak indikator makro ekonomi yang meningkat. IPM yang sebelumnya 63,63 sekarang 66,62, kemiskinan dari 21,8 persen menjadi 18,6 persen.

“Yang menggembirakan adalah investasi pak. Dari tahun 2015 hanya Rp150 miliar, tahun lalu Rp1,5 triliun. Investasi kita melebihi jumlah APBD kita sehingga dana di Gorontalo tidak saja dana pemerintah tapi swasta juga ikut berkembang,” beber Nelson.

Pada rakorev tersebut juga dibahas tentang sinergitas program antar daerah. Pemprov Gorontalo mengalokasikan anggaran sebesar Rp124 miliar, sementara dana dari alokasi APBN sebesar Rp298 miliar. Bantuan itu diharapkan bisa bersinergi dengan kabupaten dalam berbagai program.

Sejumlah program strategis diusulkan Pemkab Gorontalo di antaranya Pelabuhan Bilato sebagai lokasi pelabuhan baru, Kawasan Industri Pulubala-Bilato, pengembangan Rumah Sakit MM Dunda serta Kawasan Geopark Danau Limboto.

Pewarta: Isam/Ecyhn

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI