Lomba KP-SPAMS Picu Peningkatan Pelayanan Sarana Air Minum

Sekda Darda saat memberikan sambutan pada pembukaan lomba KP-SPAMS tingkat Provinsi Gorontalo di Maqna Hotel, Selasa (19/11/2019). Darda Berharap yang juara nanti sudah sesuai kriteria dan standar sesuai tujuan dari program Pamsimas (Penyediaan Sarana Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyrakat). (Foto: Nova)

KOTA GORONTALO, Humas – Lomba Kelompok Pengelola Sarana Penyediaan Air Minum dan Sanitasi (KP-SPAMS) yang dilaksanakan oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Provinsi Gorontalo dinilai bisa memicu peningkatan pelayanan dan pengelolaan sarana air minum dan sanitasi di desa.

“Saya lihat dengan adanya lomba ini trend KP-SPAMS di Provinsi Gorontalo lebih meningkat dari tahun lalu. Tadi saya tanya 1 KP-SPAMS bisa melayani 600 jiwa .Kalau lomba ini juga dilakukan setiap daerah pasti tidak akan ada lagi masyarakat yang kekurangan air bersih,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Darda Daraba saat membuka lomba KP-SPAMS tingkat Provinsi Gorontalo di Maqna Hotel, Selasa (19/11/2019).

Darda mengatakan pelayanan air minum dan sanitasi merupakan urusan wajib pemerintah daerah sesuai dengan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah.

“Sumber daya kehidupan masyarakat adalah air minum. Untuk itu, saya minta yang juara nanti sudah sesuai kriteria dan standar sesuai tujuan dari program Pamsimas (Penyediaan Sarana Air Minum Dan Sanitasi Berbasis Masyrakat),” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU-PR Handoyo Sugiharto mengatakan, lomba KP-SPAMS tingkat Provinsi Gorontalo ini dilakukan dengan beberapa tahapan kegiatan. Tahapannya yaitu mulai dari pembentukan panitia lomba, penentuan KP-SPAMS terbaik, penentuan juara, yang terakhir penyerahan hadiah. Dari beberapa tahapan kegiatan tersebut sudah terlaksana, dan telah menghasilkan 6 besar.

“Hari ini sudah masuk tahapan presentasi 6 besar KP-SPAMS terbaik sekaligus penentuan juara. Penyerahan hadiah nanti pada pelaksanaan peringatan Hari Bakti PU,” tandasnya.

Handoyo berharap lomba ini bisa memotivasi KP-SPAM yang belum 100 persen pelayanannya. Dari 432 KP-SPAMS yang terbentuk, masih ada 53 desa tidak berfungsi dan 34 desa berfungsi sebagian.

Pewarta: Nova

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI