Gubernur Lepas Peserta Napak Tilas Hari Patriotik

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie (tengah) didampingi istri Idah Syahidah berfoto bersama perwakilan masyarakat penerima bantuan ikan gratis dari Pemprov Gorontalo dalam rangka Napak Tilas memperingati Hari Patriotik 23 Januari 1942 , ke 77 Tahun 2019 di lapangan Bondaraya Desa Bondaraya Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango, Senin, (21/1/2019). Untuk Bone Bolango terdapat 5 tempat yang menjadi lokasi pelepasan peserta Napak Tilas. (Foto : Salman – Humas)

Bone Bolango, Humas – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie bersama Forkopimda melepas peserta Napak Tilas memperingati Hari Patriotik 23 Januari 1942 , ke 77 Tahun 2019 di lapangan Bondaraya Desa Bondaraya Kecamatan Suwawa Selatan Kabupaten Bone Bolango, Senin, (21/1/2019).

Napak tilas ini untuk mengulang kembali jalur perjuangan Nani Wartabone bersama pasukan rimbanya untuk meraih kemerdekaan dan bebas dari penjajah 77 tahun silam serta menggelorakan kembali nilai nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone.

Napak Tilas diawali dengan pembacaan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone oleh Ketua KNPI Provinsi Gorontalo, penyerahan pataka dari Gubernur Gorontalo Rusli Habibie kepada Ketua KNPI Provinsi Gorontalo Ghalieb Lahidjun, serta penyerahan bantuan ikan gratis kepada perwakilan masyarakat.

Rusli Habibie dalam sambutannya mengatakan hari ini dan kemarin (red-minggu), kita telah memulai rangkaian acara peringatan Hari Patriotik 23 januari 1942 yang sudah mulai terlupakan terutama oleh generasi muda kita tentang makna dan arti Hari Patriotik.

” Padahal ini merupakan sejarah, momentum bagi kita untuk merdeka, menghirup udara kemerdekaan yang sekarang sudah kita nikmati,” ungkap Rusli Habibie.

Rusli menjelaskan, Pemprov Gorontalo kemudian mengambil inisiatif dimana setiap peringatan 23 Januari, 17 Agustus 1945, hari pahlawan dan hari hari bersejarah lainnya akan melakukan kegiatan seperti ini di masyarakat.

“Artinya apa? Jangan hanya secara seremonial, setiap peringatan hanya upacara upacara, mengundang para pejabat , hadir dalam upacara lalu bubar, bubar tanpa arti apa apa,” jelas Rusli menggambarkan kondisi peringatan hari hari bersejarah selama ini.

Menurut Rusli jika hanya seremonial seperti ini yang dilakukan, lama kelamaan anak muda atau generasi muda kita akan melupakan sejarah-sejarah itu. Untuk itu kegiatan-kegiatan seperti ini yang mengingatkan perjuangan para pahlawan akan terus dilakukan.

” Ini yang perlu kita gaungkan terus, kita perlu lestarikan, kita perlu berikan edukasi kepada siswa dari SD, SMP, SMA hingga mahasiswa untuk mengingatkan bahwa (kita) punya sejarah tentang 23 januari 1942″ papar Rusli.

Sebanyak 200 penjual ikan bermotor coolbox ikut serta dalam Napak Tilas memperingati Hari Patriotik 23 Januari 1942. Setiap penjual membawa serta 30 ikan seperti oci dan lajang. Peserta merupakan penerima bantuan motor coolbox sejak tahun 2013 hingga 2018. (Foto : Salman – Humas)

Selain di lapangan Bonda Raya, Gubernur Gorontalo juga melepas peserta Napak Tilas di lapangan Molintogupo Desa Molintogupo Kecamatan Suwawa Selatan, lapangan Duano di Desa Duano Kecamatan Suwawa Tengah, lapangan Boludawa di Desa Boludawa Kecamatan Suwawa, lapangan Likada di Desa Tumbihe Kecamatan Kabila yang keseluruhan lokasi tersebut berada di Kabupaten Bone Bolango.

Di setiap lokasi pelepasan Napak Tilas diawali oleh pembacaan nilai perjuangan Pahlawan Nasional Nani Wartabone serta penyerahan pataka.

Selain itu, disetiap lokasi diberikan bantuan ikan gratis dengan jumlah 3613 paket di 5 lokasi pelepasan Napak Tilas wilayah Kabupaten Bone Bolango.

Peserta Napak Tilas terdiri dari unsur Pemprov Gorontalo, perwakilan BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) se Provinsi Gorontalo, organisasi pemuda dan 200 penjual ikan bermotor coolbox.

Selain pelepasan peserta  Napak Tilas, Pemprov juga mengadakan pasar murah, pelayanan kesehatan gratis, dan lainnya.

Pewarta : Asriani

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI