Gubernur Ingatkan Untuk Percepat Proses Lelang Proyek Pemprov

GORONTALO – Gubernur Gorontalo Rusli Habibie mengingatkan agar dapat mempercepat proses lelang sejumlah pekerjaan proyek Pemprov Gorontalo. Hal ini dikatakannya saat  memimpin rapat inspeksi khusus proses lelang dan penyerapan anggaran APBD T.A 2017, yang dihadiri oleh seluruh pejabat eselon 2 dan 3 Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) Provinsi Gorontalo, Senin (29/5), di ruang Dulohupa Kantor Gubernur.

Gubernur Gorontalo Rusli Habibie yang didampingi oleh  Wakil Gubernur Idris Rahim dan Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Winarni Monoarfa, mengatakann, rapat inspeksi ini dikhususkan untuk konsolidasi awal kepemimpinan NKRI jilid 2. Setelah off selama 8 bulan, menurutnya konsolidasi seperti ini wajib dilaksanakan.

“Tadi kami telah melaksanakan rapat yang menghadirkan eselon dan seluruh stafnya, karena kurang lebih 8 bulan kami off mengikuti pilkada, tapi alhamdulillah kami terpilih kembali sehingga itu kita perlu berkonsolidasi lagi. Kami tinggal melanjutkan lagi program program yang belum tuntas di periode pertama,” kata Rusli.

Rusli menambahkan, mengenai evaluasi program serapan anggaran lelang fisik t.a 2017 pada bulan ini,  mengalami penurunan dibandingkan dibulan yang sama pada tahun kemarin. Akan tetapi semua itu bisa dimaklumi karena hadirnya beberapa OPD yang masih baru.

“Lelang fisik kita dibandingkan tahun lalu pada bulan yang sama mengalami menurunan, tapi semua itu bisa dipahami adanya OPD baru sehingga adanya pejabat yang baru membuat proses lelangnya juga mengalami keterlambatan. Tapi masih bisa kita kejar, untuk itu sudah kita evaluasi tadi,” lanjut Gubernur.

Gubernurpun mengingatkan kepada Kepala Biro P2LP  agar dapat mempercepat proses lelang sejumlah pekerjaan proyek Pemprov Gorontalo. Sebagaimana daftar paket yang belum dilelang tersebut, utamanya berkaitan dengan paket konstruksi, beberapa di antaranya merupakan proyek strategis. Seperti kelanjutan pembangunan rumah sakit Ainun Habibie, rehabilitasi rumah dinas gubernur, pekerjaan jimbaran patung Nani Wartabone serta pembangunan jalan penghubung.

“Jadi jika ditotalkan ada 66 paket proyek yang terdiri dari 26 paket konstruksi, 27 paket konsultasi, dan sisanya 13 paket untuk pengadaan barang dan jasa. Ini harus menjadi perhatian serius. Sebab, keterlambatan proses pelaksanaan lelang proyek dikhawatirkan akan memperlambat jalannya pembangunan, maka pekerjaan fisik juga akan terhambat,” pungkasnya.

Rapat tersebut juga menekankan berbagai permasalahan lain diantaranya proses pengisian SKPD baru yang sedang dalam penilaian untuk 6 bulan kedepan, kejelasan perjalanan dinas semua SKPD yang harus sesuai dengan tupoksi dan juga masalah penambaham Guru SMK/SMA sederajat.

Pewarta : Ecin

Foto.       : Salman

Editor.     : Asriani

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI