Full Day School Sulit Diterpkan di Gorontalo

Gorontalo – Kepala Dinas Pendidikan dan Olahraga Provinsi Gorontalo Wenny Liputo mengatakan bahwa, kebijakan pemerintah pusat dalam hal ini Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy terkait full day school atau perpanjangan waktu sekolah
sulit diterapkan di Provinsi Gorontalo.

“Kita harus kaji dulu dari berbagai aspek seperti sosial, budaya, dan geografi dan ekonomi masyarakat khususnya di Gorontalo,” Kata Wenny Liputo.

Menurutnya bahwa, kalau orientasi dari program ini hanya ingin memberikan waktu yang panjang bagi anak disekolah karena kondisi dirumah yang tidak kondusif bagi pendidikan anak, maka harus ada pertimbangan mutlak terhdap aspek tadi.

Ia menambahkan bahwa, eksistensi anak dalam pertumbuhan dan perkembanganya membutuhkan peran eduksi keluarga dan lingkunganya juga, kita harus hindari juga anak berada pada lingkungan yang monoton yang bisa membuat mereka stres dan jenuh.

“Kami kepala dinas pendidikan provinsi se Indonesia, masih akan diskusikan ini dalam waktu dekat,”jelasnya.

Karena jagan sampai program pendidikan khususnya sekolah hanya akan jadi ajang eksperimen dari keinginan yang tidak melalui kajian, sebab hal ini bisa akan lebih menambah beban bagi orang tua untuk menyiapkan makanan mereka.

Indonesia sangat Bhineka, jadi harus mampu dan terterima oleh semua, dan tidak menjadi beban bagi daerah yang lain, kita berharap kebijakan Nasional tidak menjadi beban bagi masyarakat yang berbeda kultur serta geografisnya.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Muhadjir Effendy mengusulkan rencana penerapan sistem full day school untuk pendidikan dasar (SD dan SMP), baik negeri maupun swasta yang bertujuan agar anak tidak sendirian di rumah ketika orang tuanya masih bekerja.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI