
KOTA GORONTALO, Diskominfotik – Gubernur Gorontalo melantik dan mengambil sumpah pejabat di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo untuk Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Pratama, Administrator dan Fungsional. Prosesi pelantikan berlangsung dirumah jabatan Gubernur, Rabu (28/10/2026).
Sebanyak 37 pejabat yang dilantik. Rinciannya tiga pejabat JPT Pratama, empat pejabat administrator dan 30 pejabat fungsional. Tiga pejabat pimpinan tinggi pratama yang dilantik diantaranya Ridwan Hemeto sebagai Staf Ahli Gubernur Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Risjon Sunge sebagai Asisten Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat (Kesra) dan Amir Hamzah Hadju sebagai Kadis Kearsipan dan Perpustakaan.
Selanjutnya Pejabat Administrator yang dilantik diantaranya Heriyanto Uwete sebagai Kepala Bagian Pemerintahan Pada Biro Pemerintahan, Albert Panigoro sebagai Kepala Bagian Tata Laksana dan Pelayanan Publik di Biro Organisasi, Arfanseri Yusuf sebagai Kepala Bagian Rumah Tangga pada Biro Umum dan Mohammad Rian sebagai Kepala Bagian Kelembagaan dan Analisis Jabatan pada Biro Organisasi. Sedangkan para pejabat fungsional dilantik berdasarkan mekanisme perpindahan jabatan lain, pengangkatan pertama dan promosi kenaikan jenjang.
Gubernur Gusnar menyampaikan pelantikan ini digelar dalam rangka mengisi kekosongan akibat dampak dari penyesuaian jabatan. Olehnya Ia berharap para pejabat yang baru dilantik untuk segera bekerja dengan maksimal.
“Saya berharap melalui pelantikan ini roda organisasi akan semakin berjalan apalagi kita sekarang merasakan adanya kekosongan jabatan di lingkungan sekretariat daerah, jika tidak segera diisi maka akan terjadi keterlambatan, olehnya yang sudah dilantik dapat bekerja dengan baik dan cepat” ungkap Gusnar.
Khusus kepada pejabat Fungsional, disampaikan Gusnar saat ini Pemprov sedang merancang skema penugasan yang secara faktual bersentuhan langsung dengan masyarakat. Tugas tambahan ini berkaitan dengan keahlian yang dimiliki oleh para fungsional untuk nantinya memberikan kontribusi yang dinanti-nantikan oleh publik.
“Saya minta jangan terjebak cuman urus RKA, kalau urusan itu saya yakin berhasil karena ada uangnya ada SPJnya selesai, tapi publik menantikan bukan itu, tetapi hasil dari itu, maka ini harus kita tata lebih jauh lebih baik lagi sehingga jabatan manajerial ditopang penuh oleh jabatan fungsional atau non manajerial” kata Gusnar.
Pewarta: Bahrian