Kakanwil DJPb Sampaikan Selamat Gorontalo Provinsi Terbaik Pengentasan Kemiskinan

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menerima penghargaan Mandaya Award 2026 dari Menko PM muhaimin Iskandar, Selasa (27/10/2026). Penghargaan bagi provinsi terbaik pengentasan kemiskinan itu diraih oleh empat provinsi yakni Gorontalo, Lampung, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan. (Foto: Dok. Diskominfotik).

KOTA GORONTALO, Diskominfotik – Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Arie Suwandani menyampaikan selamat atas pencapian Gorontalo sebagai provinsi terbaik pengetasan kemiskinan tahun 2026. Penghargaan Mandaya Award 2026 itu diberikan oleh Kementrian Koordinator Bidang Pemberdayaan Masyarakat (Kemenko PM) pada 27 Oktober kemarin.

“Yth. Bapak Gubernur, ijinkan kami mengucapkan selamat atas prestasi Gorontalo sbg Provinsi Terbaik dalam Pengentasan Kemiskinan (Mandaya Award 2026)” Tulis Arie melalui pesan whatsApp, Rabu (28/10/2026).

Menurutnya, penghargaan Mandaya Award sangat membanggakan. Gorontalo jadi yang terbaik menurunkan kemiskinan bersama Provinsi Lampung, Jawa Tengah dan Sumatera Selatan.

“Sangat membanggakan. Semoga Gorontalo makin maju dan sejahtera dalam lindungan Allah SWT. Aamiin Ya Rabbal Alamin,” Lanjut Arie.

Mandaya Award 2026 diberikan oleh Menko PM Muhaimin Iskadar dan diterima oleh Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie. Salah satu indikatornya bagaimana persentase penduduk miskin turun di Gorontalo.

Data Badan Pusat Statistik (BPS) Maret 2026 menunjukkan persentase penduduk miskin di Gorontalo turun menjadi 12,16 persen, dari 12,62 persen pada September 2025. Penurunan sebesar 0,46 persen poin ini setara dengan berkurangnya jumlah penduduk miskin sebanyak 5,16 ribu jiwa.

Tren positif juga terlihat pada penurunan kemiskinan ekstrem. Dalam kurun waktu 2021 hingga 2025, persentasenya turun dari 4,66 persen menjadi 2,13 persen. Penurunan sebesar 2,53 persen poin tersebut setara dengan berkurangnya jumlah penduduk dalam kategori kemiskinan ekstrem sebanyak 29,45 ribu jiwa, dari 55,63 ribu jiwa menjadi 26,18 ribu jiwa.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI