Wagub dan Sekdaprov Tekankan Implementasi Nyata Hasil Studi Lapangan PKA

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Sekdaprov Sofian Ibrahim dan Kepala BKPSDM Budiyanto Sidiki saat hadir pada pemaparan hasil studi lapangan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Provinsi Gorontalo Tahun 2026, di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Selasa (20/10/2026). Foto – Nova Diskominfotik.

Kota Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie bersama Sekretaris Daerah Provinsi Gorontalo Sofian Ibrahim menekankan pentingnya menindaklanjuti hasil studi lapangan menjadi inovasi dan aksi perubahan yang nyata, untuk meningkatkan kinerja organisasi serta kualitas pelayanan publik.

Hal itu disampaikan saat menghadiri pemaparan hasil studi lapangan Kinerja Organisasi Pelatihan Kepemimpinan Administrator (PKA) Angkatan I Provinsi Gorontalo Tahun 2026, di Aula Rumah Jabatan Wakil Gubernur, Selasa (20/10/2026).

Dalam kegiatan tersebut, peserta memaparkan hasil studi lapangan berdasarkan kelompok masing-masing. Sebanyak 40 pejabat administrator dan pengawas di lingkungan Pemerintah Provinsi Gorontalo mengikuti kegiatan ini, dengan lokus studi lapangan di Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Peserta dibagi menjadi tiga kelompok, yakni Kelompok I yang melakukan studi lapangan di Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil, Kelompok II di Dinas Pariwisata Daerah, serta Kelompok III di Bappelitbangda Kota Tomohon.

Wagub Idah mengapresiasi hasil pemaparan peserta dan mendorong agar praktik baik yang ditemukan selama studi lapangan dapat diadaptasi sesuai kebutuhan daerah. Ia menyoroti pentingnya keterlibatan perbankan swasta dalam mendukung kegiatan pariwisata, penguatan pelayanan administrasi kependudukan berbasis digital, serta optimalisasi pemanfaatan data untuk mendukung kebijakan pembangunan.

“Studi lapangan ini diharapkan membawa perubahan yang baik, bukan hanya menambah pengalaman, tetapi juga menghadirkan gagasan dan inovasi yang bisa diterapkan dalam pekerjaan masing-masing,” ujar Idah.

Ia juga berharap hasil studi lapangan tidak berhenti pada laporan, tetapi menjadi bahan evaluasi untuk memperbaiki berbagai program dan pelayanan pemerintah di tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota.

Sementara itu, Sekdaprov Sofian Ibrahim menegaskan bahwa tujuan studi lapangan bukan sekadar mengunjungi daerah lain, melainkan membuka wawasan peserta untuk menemukan praktik baik yang dapat diterapkan dalam aksi perubahan.

“Yang terpenting bukan semata-mata lokasi yang dikunjungi, tetapi apa yang bisa kita pelajari dan implementasikan. Hasil studi lapangan harus menjadi bagian penting dalam aksi perubahan untuk meningkatkan kinerja organisasi,” kata Sofian.

Ia menambahkan, aparatur pemerintah perlu mengubah pola pikir agar tidak hanya berorientasi pada penyelesaian tugas rutin dan program yang telah direncanakan, tetapi juga mampu menghadirkan inovasi di tengah tantangan perkembangan teknologi dan meningkatnya tuntutan masyarakat terhadap pelayanan publik.

Sofian berharap aksi perubahan yang disusun peserta mendapat dukungan komitmen pimpinan, kolaborasi, dan keterlibatan para pemangku kepentingan sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi peningkatan kinerja organisasi dan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Pewarta: Echin

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI