
Kota Gorontalo, Kominfotik – Gubernur Gusnar Ismail mengevaluasi efektivitas Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) untuk memastikan ketersediaan air bagi petani, terutama di tengah musim kemarau. Dari total 187 unit JIAT di Provinsi Gorontalo, sebanyak 117 unit masih beroperasi, sementara 70 unit lainnya memerlukan rehabilitasi.
Evaluasi tersebut dilakukan dalam rapat pemaparan laporan kemajuan pelaksanaan program JIAT dan daerah irigasi di Provinsi Gorontalo, yang dipimpin Gubernur Gusnar Ismail di Ruang Dulohupa, Gubernuran, Kamis (1/10/2026).
Asisten Ekonomi dan Pembangunan Setda Provinsi Gorontalo, Jamal Nganro, mengatakan Gubernur meminta evaluasi menyeluruh terhadap fungsi JIAT. Khususnya dalam mendukung produktivitas pertanian saat debit air sungai terbatas.
“Dengan adanya program JIAT, diharapkan produktivitas petani tidak menurun meskipun musim kemarau. Karena itu, perlu dipastikan berapa luas lahan yang bisa diairi dan apakah masyarakat di sekitar sumur masih aktif bercocok tanam,” ujar Jamal.
Ia menjelaskan, setiap unit JIAT diproyeksikan mampu mengairi sekitar 5 hingga 10 hektare lahan pertanian. Namun, efektivitas pemanfaatannya perlu dipastikan melalui data kondisi sumur, luas lahan yang terlayani, serta aktivitas pertanian di wilayah tersebut.
Jamal menambahkan, Gubernur meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi II Gorontalo melengkapi data operasional JIAT sebagai dasar evaluasi. Dalam waktu dekat, Gubernur juga direncanakan meninjau langsung kondisi JIAT di lapangan setelah data tersebut tersedia.
Sementara itu, Kepala BWS Sulawesi II Gorontalo, Ali Rahmat, memaparkan untuk mendukung pengembangan jaringan irigasi air tanah, BWS Sulawesi II Gorontalo juga menyiapkan program pembangunan dan rehabilitasi melalui dukungan pendanaan Bank Dunia. Pada 2027, direncanakan pembangunan 18 sumur baru dan rehabilitasi 10 sumur, sebagai bagian dari program yang dirancang berlangsung hingga 2030.
Evaluasi ini diharapkan menjadi dasar perbaikan pengelolaan infrastruktur irigasi agar pemanfaatan air tanah semakin optimal dan mampu mendukung ketahanan pangan serta produktivitas pertanian di Provinsi Gorontalo.
Pewarta : Mila