
Kota Gorontalo, Kominfotik – Gubernur Gusnar Ismail mendorong penguatan ekosistem rumah sakit di Provinsi Gorontalo agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat semakin baik. Menurutnya, rumah sakit tidak bisa bekerja sendiri, tetapi membutuhkan kerja sama pemerintah, Perhimpunan Rumah Sakit Seluruh Indonesia (PERSI), Majelis Kehormatan Etik Rumah Sakit (MAKERSI), tenaga kesehatan, BPJS Kesehatan, serta pihak terkait lainnya.
Ia mengatakan perkembangan dunia kesehatan saat ini sudah berubah. Rumah sakit tidak hanya dituntut memberikan pelayanan, tetapi juga perlu memiliki tata kelola yang baik dan mampu mengembangkan layanan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Tugas PERSI dan Gubernur Gorontalo, pemerintah Provinsi Gorontalo adalah membangun ekosistem yang menunjang itu. Jadi jangan rumah sakit itu rumah sakit saja yang dikirim ke sana, tapi coba dikembangkan. Banyak sekali yang bisa kita lakukan,” ujar Gusnar saat menghadiri pelantikan Pengurus PERSI dan MAKERSI Wilayah Gorontalo masa bakti 2026-2030 di Azlea Convention Center, Senin (14/9/2026).

Gusnar juga mendorong adanya pemetaan rumah sakit di Gorontalo. Pemetaan ini diperlukan untuk mengetahui kemampuan masing-masing rumah sakit dan menentukan bagian yang masih perlu diperbaiki atau ditingkatkan.
Selain itu, Gusnar menilai digitalisasi penting untuk memudahkan pemerintah memantau kondisi rumah sakit. Ia berharap ke depan tersedia sistem yang memungkinkan pemerintah mengetahui kondisi rumah sakit dengan cepat, termasuk ketersediaan tempat tidur dan layanan yang tersedia.
“Satu kali klik, gubernur bisa mengetahui ada posisi berapa di rumah sakit ini, di mana sudah full, di mana tidak full, di mana yang terlantar, di mana yang tidak terlantar,” kata Gusnar.
Pengurus PERSI dan MAKERSI Wilayah Gorontalo masa bakti 2026-2030 dilantik oleh Ketua Umum PERSI dr. Bambang Wibowo dan Ketua MAKERSI dr. Agus Purwadianto.
Pewarta : Mila