
Kota Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie yang juga Ketua Komisi Daerah Lanjut Usia (Komda Lansia) Provinsi Gorontalo menekankan pentingnya penyegaran dan regenerasi dalam kepengurusan Komda Lansia. Hal itu disampaikan Idah saat memimpin rapat persiapan pembentukan Komda Lansia tingkat Provinsi Gorontalo, di Aula Rujab Wagub, Rabu (9/9/2026). Rapat turut dihadiri Kepala Dinas Sosial dan Pencatatan Sipil Provinsi Gorontalo Reflin Buata serta calon pengurus Komda Lansia yang baru.
Idah mengatakan, pembentukan kepengurusan baru diharapkan dapat meningkatkan efektivitas kerja-kerja Komda Lansia, terlebih di tengah keterbatasan anggaran yang tersedia. Ia menyebut, anggaran dana hibah untuk Komda Lansia saat ini sebesar Rp50 juta, atau berkurang dibandingkan tahun sebelumnya yang mencapai Rp100 juta.
“Ini yang menjadi alasan saya mengusulkan agar kepengurusan Komda Lansia ini diperbarui. Mengingat pengurus-pengurus yang lalu memang sudah sangat sepuh. Untuk berbicara saja sudah kesulitan, apalagi untuk mengurus kegiatan-kegiatan yang akan dilaksanakan,” ujar Idah.
Menurutnya, penyegaran kepengurusan bukan berarti mengesampingkan para lansia, tetapi memilih sosok-sosok lansia yang masih aktif, kuat, dan produktif sehingga mampu menjalankan berbagai kegiatan organisasi.
“Saya berinisiasi, alangkah baiknya kita perlu penyegaran. Tetap lansia yang kita ambil, saya juga lansia, tapi jangan sepuh sekali. Ada Pak Iskandar, Ibu Asri Banteng, pensiunan, lansia, tapi masih kuat, masih produktif, masih bisa ke sana kemari untuk mengurus kegiatan-kegiatan,” jelasnya.
Idah menambahkan, keberadaan Komda Lansia perlu diperkuat dengan memperhatikan bentuk dan peran organisasi. Terlebih, di Provinsi Gorontalo terdapat berbagai komunitas lansia yang tetap aktif menjalankan kegiatan, di antaranya pesantren lansia dan sekolah lansia.
“Lansia kita tahu anggarannya sangat-sangat minim. Tetapi di situ kita juga harus memperhatikan bentuk daripada organisasi itu. Apalagi di Gorontalo banyak komunitas-komunitas lansia yang berjalan dengan baik, walaupun di tengah-tengah keterbatasan anggaran,” katanya.
Ia berharap, melalui kepengurusan baru, para lansia dapat semakin mendapatkan ruang untuk berpartisipasi dalam berbagai kegiatan Pemerintah Provinsi Gorontalo. Menurutnya, keikutsertaan tersebut penting sebagai bentuk penghargaan dan pengakuan terhadap keberadaan lansia di tengah masyarakat.
Pewarta : Echin