
Kota Gorontalo, Kominfotik – Ketua TP PKK Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan mengingatkan pengurus PKK untuk memahami program organisasi dan mampu menentukan kegiatan berdasarkan kebutuhan masyarakat. Hal tersebut disampaikan saat membuka Workshop Pembinaan Kesehatan Keluarga di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Jumat (21/8/2026).
Dikatakan Nani, pengurus PKK memiliki peran strategis sebagai penggerak masyarakat dalam melaksanakan 10 Program Pokok PKK. Karena itu, setiap pengurus perlu memahami tugas dan fungsi PKK hingga ke tingkat desa dan kelurahan.
“Program dari PKK kita satukan, istilahnya patungan, OPD ada anggaran berapa? Misal Rp100 juta, PKK Rp50 juta, ini kira-kira kita bikin apa? Prioritas kegiatan sesuai dengan kebutuhan. Itulah peran dari PKK, untuk memilah mana yang prioritas, kebutuhan dan keinginan masyarakat,” jelas Nani.
Lanjutnya, pelaksanaan program harus disusun secara cermat dengan melihat kebutuhan dan prioritas masyarakat. Pengurus PKK juga harus mampu membedakan kebutuhan dengan keinginan agar kegiatan yang dijalankan benar-benar memberikan manfaat.
“Saya juga menekankan pentingnya transparansi dan kecermatan dalam pengelolaan anggaran organisasi. Setiap penggunaan dana PKK harus disesuaikan dengan program yang telah direncanakan serta dapat dipertanggungjawabkan,” kata Nani.
Dalam kesempatan itu, Nani juga mengingatkan bahwa persoalan kesehatan, termasuk stunting, membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat. TP PKK sebagai agen perubahan diharapkan mampu membantu pemerintah menyampaikan dan menggerakkan program hingga ke tingkat keluarga.
Workshop yang diinisiasi Pokja IV tersebut mengusung tema “Sehat dan Cerdas melalui Gerakan Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga”. Kegiatan diikuti ketua dan pengurus TP PKK kabupaten se-Provinsi Gorontalo serta turut dihadiri Kepala Dinas Kesehatan Anang S. Otoluwa dan Kepala Dinas PPPA Yana Yanti Suleman.
Pewarta : Mila