UEA Bidik Investasi Perikanan, Pertanian dan Energi Terbarukan Gorontalo

Duta Besar UEA Abdulla Salem Aldhaheri saat memberikan cinderamata kepada Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail usai hadir pada Rapat Pembahasan Potensi Kerja Sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang digelar di Kantor Gubernuran, Rabu (12/2026). Foto – Valen Diskominfotik. 

Kota Gorontalo, Kominfotik – Uni Emirat Arab (UEA) membidik investasi di bidang perikanan, pertanian dan energi terbarukan di Provinsi Gorontalo. Penjajakan tersebut terungkap saat Duta Besar UEA untuk Indonesia Abdulla Salem Aldhaheri hadir pada Rapat Pembahasan Potensi Kerja Sama dengan Pemerintah Provinsi Gorontalo yang digelar di Kantor Gubernuran, Rabu (12/2026).

Kesungguhan UEA menjajaki investasi di Gorontalo tidak main-main. Dubes Abudulla datang dengan Business Development Manager for APAC Masdar Indonesia, Marsha Prabandani. APAC sendiri merupakan singkatan dari Asia Pasific sementara Masdar merupakan perusahaan Abu Dhabi Future Energy Company yang bergerak di bidang energi terbarukan.

“Kami percaya bahwa Provinsi Gorontalo punya banyak area bekerjasama dan berkolaborasi, kita sudah mendiskusikan tentang banyak hal baik itu pengembangan bandara udara, perikanan dan pertanian,” Jelas Dubes Abdulla.

Pihaknya menyebut akan menunggu proposal dari pemerintah provinsi terkait usulan sektor apa yang akan dikerjasamakan. Di sisi lain, pihaknya akan berupaya menyampaikan usulan dan potensi Gorontalo kepada pemerintah UEA dan investor agar kerja sama bisa terwujud.

“Saya ingin mengatakan bahwa kami menunggu proposal dari pemerintah Provinsi Gorontalo sebagai bahan pemerintah UEA dan pemangku kepentingan untuk mengevaluasi, dan dari situ kita akan menghasilkan apa yang kita sebut kesepakatan dan kolaborasi antar kedua belah pihak,” Sambungnya.

Di tempat yang sama Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menilai kehadiran Dubes UEA sebagai upaya membuka pintu investasi negara-negara di Timur Tengah. Meski belum dalam bentuk yang kongkrit namun ia yakin kesepakatan itu akan terwujud.

“Tentunya dampaknya belum sekarang karena ini menyangkut proyek strategis, butuh anggaran besar. Tidak lantas bertemu sekarang besok ada hasilnya. Paling tidak sudah terbuka pintu untuk mempersiapkan ini sehingga suatu saat sudah ada hasilnya,” Jelas Gusnar.

Hilirisasi kelapa dan bendungan Bulango Ulu menurut Gusnar layak untuk dikerjasamakan. Termasuk proposal pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre yang saat ini sedang dibangun. Melalui perantara Dubes UEA diharapkan masjid raya bisa mendapatkan donatur agar pembangunannya segera terwujud.

Pewarta : Isam

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI