
Kota Gorontalo, Kominfotik – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail menyampaikan harapan terkait pelaksanaan Pekan Nasional (PENAS) Petani Nelayan XVII Tahun 2026. Ia berharap berbagai isu strategis yang diangkat dalam PENAS dapat memperkuat sektor pertanian dan perikanan di Indonesia.
Hal itu disampaikan Gusnar saat menjadi narasumber pada siaran langsung Jurnal Nusantara Kompas TV, Rabu (10/6/2026). Menurutnya, hilirisasi menjadi penting untuk menyamakan persepsi petani di seluruh Indonesia dalam meningkatkan nilai tambah ekonomi dari hasil usaha tani.
“Karena dengan hilirisasi petani bisa mendapatkan nilai tambah terutama nilai tambah ekonomi dari usaha taninya. Jadi tidak sekedar menanam berusaha bertani kemudian menjual begitu saja, tapi harus ada sentuhan hilirisasi yang menjadi isu utama disitu,” ujar Gusnar.
Gusnar menjelaskan, petani tidak hanya berorientasi pada produksi dan penjualan hasil panen, tetapi juga perlu mendorong pengolahan produk agar memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi. Dengan demikian, kesejahteraan petani dapat meningkat melalui pengembangan sektor hilir.
Selain hilirisasi, penguatan rantai pasok antar daerah melalui sistem digitalisasi juga menjadi fokus pembahasan pada PENAS XVII. Sistem tersebut dinilai mampu memetakan ketersediaan komoditas sehingga daerah yang mengalami kekurangan pasokan dapat segera terhubung dengan daerah yang memiliki surplus produksi.
“Salah satunya adalah memetakan rantai pasok komoditas yang diberbagai daerah sehingga ketika satu daerah mengalami kekurangan pasokan, dia bisa mengontak daerah itu dan secara terkoneksi itu bisa bergerak. Sehingga dengan demikian kita akan bicara inflasi, kita bisa kendalikan inflasinya,” ujar Gusnar.
Menurut Gusnar, digitalisasi rantai pasok akan membantu pengendalian inflasi karena distribusi komoditas dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran. Digitalisasi juga diharapkan mendukung pengawasan harga komoditas yang telah ditetapkan pemerintah. Keseragaman harga jagung, padi, dan komoditas lainnya diyakini dapat memberikan kepastian pendapatan bagi petani di berbagai daerah.
PENAS XVII turut mengangkat pengembangan Program Kampung Nelayan Merah Putih sebagai salah satu isu penting. Gusnar berharap program yang telah diresmikan Presiden di Gorontalo itu dapat menjadi inspirasi bagi daerah lain dalam memperkuat sektor perikanan dan meningkatkan kesejahteraan nelayan.
Pewarta : Mila