HUT ke-19 Gorut, Gusnar Dorong Hilirisasi Ayam Tekan Kemiskinan

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menghadiri Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (26/4/2026). (Foto : Haris)

 

Kab. Gorontalo Utara, Kominfotik – Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail mendorong percepatan transformasi pembangunan melalui program hilirisasi ayam terintegrasi. Program ini diyakini menjadi langkah strategis dalam menurunkan angka kemiskinan dan memperkuat ekonomi berbasis potensi lokal.

“Insya Allah akan terwujud pembangunan hilirisasi ayam terintegrasi di Gorontalo sebagai penanda transformasi pembangunan kita saat ini. Hari Rabu mendatang, PT Berdikari akan bertemu dengan kami untuk membahas lebih lanjut skema bisnisnya bersama para bupati terkait,” ungkap Gusnar pada Rapat Paripurna Istimewa DPRD dalam rangka HUT ke-19 Kabupaten Gorontalo Utara, Minggu (26/4/2026).

Ia menuturkan, gagasan hilirisasi ini berangkat dari keinginan pemerintah daerah untuk memanfaatkan produksi jagung Gorontalo yang mencapai 1,5 juta ton per tahun agar tidak hanya diekspor mentah. Selama ini, jagung lebih banyak dikirim keluar daerah tanpa diolah menjadi pakan ternak yang bernilai tambah di tingkat lokal.

Menurutnya, momentum hilirisasi semakin kuat setelah adanya inisiatif program peternakan dari pemerintah kabupaten yang kemudian mendapat perhatian pemerintah pusat. Hal ini berujung pada penetapan Gorontalo sebagai salah satu dari 12 provinsi lokasi pengembangan hilirisasi ayam terintegrasi.

“Mudah-mudahan ini akan terwujud dan ini era baru kita menurunkan yang 15 persen kemiskinan itu. Nanti misalnya Pak Bupati kalau sudah taruh fondasi kita alihkan pemikiran kita untuk menciptakan ekosistem daripada ayam ini,” kata Gusnar.

Dalam kesempatan ini, Gusnar juga menekankan pentingnya skema kemitraan yang melibatkan masyarakat dalam pengembangan industri tersebut, dengan proporsi lebih besar diberikan kepada peternak lokal. Pemerintah kabupaten didorong untuk mengambil peran dalam mengelola sebagian besar produksi bersama masyarakat.

Ia juga mengarahkan agar program tersebut menyasar masyarakat pada kelompok desil terbawah untuk mempercepat penurunan angka kemiskinan. Menurutnya, kepemilikan ternak dalam skala kecil sudah cukup untuk menciptakan pendapatan rutin bagi masyarakat.

“Kalau jadi industri ini kita harus bersepakat jangan semua dilakukan oleh perusahaan ayam ini ya. Kita akan tawar-menawar 30 atau 40 persen itu dilakukan oleh perusahaan, tapi 60 persen serahkan ke Pak Bupati nanti dia urus bersama rakyat untuk beternak ayam,” kata Gusnar.

Di akhir sambutannya, Gusnar mengajak seluruh pihak untuk memperbarui semangat pembangunan di tengah tantangan fiskal yang semakin ketat. Ia optimistis kolaborasi pemerintah dan masyarakat akan menjadi kunci dalam mewujudkan kesejahteraan daerah.

Pewarta : Mila

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI