Sidak SPPG Diperketat, Wagub Tegaskan Kepatuhan SOP Jadi Syarat Operasional  

Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie saat menyoroti penataan atau cara pengupasan buah pisang pada menu MBG yang dinilai belum tepat.  Hal ini dilakukan di Sidak SPPG di Kecamatan Telaga, Rabu, (8/4/2026). Foto – Nova Diskominfotik. 

Kabupaten Gorontalo, Kominfotik – Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, bersama Tim Satuan Tugas Makan Bergizi Gratis (Satgas MBG) Provinsi Gorontalo kembali melaksanakan inspeksi mendadak (sidak) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG), Rabu (8/4/2026).

Berbeda dengan pelaksanaan sebelumnya yang dilakukan secara tertutup, kali ini informasi sidak telah disampaikan secara terbuka melalui media sosial. Meski demikian, lokasi sidak tetap dirahasiakan guna menjaga objektivitas hasil pemantauan di lapangan.

Dalam kegiatan tersebut, Wakil Gubernur bersama tim meninjau dua SPPG di Kabupaten Gorontalo yang telah beroperasi kurang lebih dua bulan, dan dua SPPG lagi sudah beroperasi lebih dari empat bulan. Dari hasil peninjauan, ditemukan sejumlah aspek yang perlu segera dievaluasi dan diperbaiki, khususnya terkait penerapan standar operasional prosedur (SOP).

Beberapa temuan utama meliputi tata cara penyimpanan sampel makanan, pengelolaan makanan siap saji, serta penanganan bahan pangan yang belum sesuai standar. Salah satu di antaranya adalah proses pendinginan nasi yang tidak dilakukan di tempat yang semestinya, serta pengolahan bahan pangan seperti buah yang belum memenuhi ketentuan teknis.

“Tadi kami temukan proses penanganan makanan yang belum sesuai standar. Ini tentu menjadi perhatian serius. Kami minta seluruh SPPG benar-benar mematuhi SOP yang telah ditetapkan,” tegas Idah.

Wakil Gubernur Gorontalo dan Kadis Kesehatan saat melakukan briefing atau wawancara singkat dengan Kepala SPPG dan ahli Gizi.

Menindaklanjuti temuan tersebut, Ketua Satgas MBG itu meminta Dinas Kesehatan Provinsi Gorontalo untuk segera melakukan pembinaan lanjutan, termasuk briefing dan penyegaran kembali terkait penerapan SOP kepada seluruh pengelola SPPG.

Lebih lanjut, hasil sidak ini juga akan menjadi bahan evaluasi bagi Badan Gizi Nasional dalam rangka meningkatkan kualitas layanan kepada penerima manfaat Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

“Beberapa SPPG sebelumnya sudah ditutup karena tidak memenuhi standar. Ini harus menjadi pelajaran. Bagi yang masih memiliki kekurangan, kami berikan kesempatan untuk melakukan perbaikan agar dapat kembali beroperasi dengan baik,” tambahnya.

Adapun dua lokasi utama yang menjadi objek sidak yakni SPPG Luhu dan SPPG Pilohayanga Barat di Kecamatan Telaga, Kabupaten Gorontalo, yang masing-masing melayani 894 dan 994 porsi makanan per hari.

Selanjutnya, Wakil Gubernur bersama tim juga meninjau SPPG di Pentadio Barat, Kecamatan Telaga Biru, serta SPPG Wongkaditi Barat di Kota Gorontalo, yang masing-masing mengelola kurang lebih 2.000 porsi makanan per hari.

Pewarta : Echin

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI