
Kota Gorontalo, Kominfotik – Lahan yang menjadi lokasi pembangunan Masjid Raya Gorontalo Islamic Centre (GIC) mulai diratakan, Jumat (13/2/2026). Areal pembangunan di Desa Talulobutu Selatan, Kecamatan Tapa yang masih dipenuhi semak belukar mulai dibersihkan dan diberi urugan.
Pihak Yayasan GIC mengerahkan satu unit escavator dan satu unit grader untuk pekerjaan tersebut. Ada sekitar 5.800 meter persegi areal yang diratakan dengan volume timbunan sekitar 2.500 kubik.
“Alhamdulillah pada Jumat kemarin tim sudah mulai melaksanakan beberapa pekerjaan fisik menindaklanjuti peletakan batu pertama pembangunan masjid Raya yang dilakukan oleh Bapak Gubernur bersama masyarakat pada 12 Desember tahun lalu. Selain kegiatan scrubbing atau perataan tanah, tim juga melakukan aktivitas sondir atau penyelidikan tanah untuk memetakan lokasi. Aktivitas yang dilakukan ini simultan dengan pekerjaan review DED yang akan berlangsung 3-4 bulan ke depan,” kata Ketua Yayasan GIC Wahyudin Katili, Minggu (15/2/2026).
Lebih lanjut katanya, setidaknya ada empat aktivitas fisik pembangunan yang akan dilakukan tahun ini yakni pemasangan pagar, pembangunan pos jaga serta kantor pembangunan atau direksi keet. Jalan masuk dari jalan GORR juga ditata agar memudahkan aktivitas pekerjaan GIC.
“Kita berharap progres pembangunan masjid raya mulai nampak tahun ini, dimulai dengan memetakan luas efektif yang masih dipenuhi belukar, kemudian batas batas lahan yang sudah dikuasai dan membersihkan bagian tapak untuk pembangunan direksi keet,” imbuhnya.
Pihak yayasan berharap doa dan dukungan dari seluruh rakyat Gorontalo agar masjid raya yang diidam-idamkan bisa segera terwujud. Donasi dari masyarakat yang terkumpul hingga tanggal 6 Februari 2026 sebesar Rp1.731.929.409. Selain masyarakat umum dan pemangku kepentingan, dukungan dari ASN Pemprov Gorontalo yang menggalang donasi dari setiap OPD dirasa cukup signifikan.