Pemprov Gorontalo Sabet Dua Penghargaan Pada Treasury Awards 2025

Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat memberikan sambutan pada kegiatan penganugerahan treasury strategic forum 2026 dan treasury awards 2025 yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Sabtu (14/2/2026). Foto – Ryan Diskominfotik. 

Kota Gorontalo, Kominfotik- Pemerintah Provinsi Gorontalo menyabet dua penghargaan untuk peringkat pertama penyaluran transfer ke daerah tertinggi dan peringkat ke tiga tercepat pengajuan DAK Fisik sekaligus tahun anggaran 2025. Penghargaan tersebut diperoleh pada penganugerahan treasury strategic forum 2026 dan treasury awards 2025 yang diselenggarakan di Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan Provinsi Gorontalo, Sabtu (14/2/2026).

Penghargaan diserahkan oleh Kakanwil DJPb Provinsi Gorontalo Adnan Wimbyarto dan diterima secara simbolis oleh Sekdaprov Sofian Ibrahim disaksikan Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Ditempat yang sama Gubernur Gusnar juga turut menyerahkan 18 kategori treasury awards tingkat pemerintah kabupaten/kota.

Gubernur Gusnar dalam sambutannya menuturkan penganugerahan treasury awards merupakan refleksi atas pengelolaan keuangan negara di daerah secara akuntabel dan transparan. Ia pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya pada penerima penghargaan sebagai bukti dedikasi.

“Forum ini memiliki makna penting bagi kita semua karena menjadi ruang untuk refleksi atas pengelolaan keuangan negara di daerah, sekaligus menyelaraskan langkah dalam menghadapi arah kebijakan fiskal tahun 2026” ungkap Gusnar.

Penganugerahan ini merupakan hasil dari kerja keras dalam mendukung ketahanan perekonomian di Provinsi Gorontalo yang baik di tengah ketidakpastian global saat ini. Di mana pada tahun 2025 pertumbuhan ekonomi Gorontalo mencapai 5,71 persen, dengan PDRB sebesar Rp58,98 triliun dan PDRB perkapita mencapai Rp.47,48 juta. Capaian ini menjadi momentum penting, mengingat dalam empat tahun sebelumnya, 2021–2024, pertumbuhan ekonomi Gorontalo konsisten berada di bawah rata-rata nasional.

Pada saat yang sama, kinerja Pendapatan Asli Daerah sangat menggembirakan, dengan realisasi PAD mencapai 106,86 persen dari target dan PAD murni menembus 122 persen. Ini mencerminkan penguatan kemandirian fiskal daerah.

Untuk tahun anggaran 2026, Ia menyebutkan Pemerintah Provinsi Gorontalo memperoleh alokasi belanja negara sebesar Rp9.15 triliun. Namun ia juga menggaris bawahi bahwa terjadi penurunan alokasi transfer ke daerah sebesar Rp1.65 triliun. Kondisi ini menurut Gusnar menuntut sinergi dan perencanaan yang kuat serta peningkatan kualitas pelaksanaan APBN.

“Ada tiga pesan yang ingin saya titipkan kepada jajaran pemerintah daerah, pertama kita harus mengoptimalkan pendapatan asli daerah, meningkatkan efisiensi belanja operasional serta memperkuat sinergi fiskal antar pemerintah pusat dan daerah” ujar Gusnar.

Olehnya Ia menilai Treasury Strategic Forum menjadi sangat penting. Forum ini harus menjadi ruang konsolidasi gagasan dan praktik terbaik dalam pengelolaan keuangan negara, sekaligus wahana untuk memastikan bahwa kebijakan fiskal benar-benar menjadi pengungkit pembangunan daerah.

Pewarta : Echin

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI