Pemprov Gorontalo Santai Sikapi Wali Kota Soal Komisaris BSG

Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo dan Statistik Provinsi Gorontalo, Ismail Giu.

GORONTALO, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo menyikapi santai Wali Kota Adhan Dambea terkait Komisaris Bank Sulutgo (BSG). Dalam sejumlah media Adhan nampak emosional, mulai dari menarik saham Pemkot hingga mengancam menggugat secara hukum.

Pranata Humas Ahli Muda Dinas Kominfo dan Statistik Ismail Giu menyebut posisi pemerintah provinsi tenang menyikapi sikap wali kota. Sikap Adhan secara individu perlu dihargai tanpa harus merusak iklim perbankan yang sudah lama dibangun oleh para kepala daerah se-Sulawesi Utara dan Gorontalo.

“Pak Adhan terlihat seolah emosional itu kami hargai, itu sikap personal. Kami menyesalkan jika sikap itu terbawa di Pemkot dengan menarik saham dan kas daerah. BSG sebagai sebuah korporasi mandiri dibangun berdarah darah oleh semua daerah terlalu berharga untuk goyah dengan sikap seperti itu,” katanya, Jumat (13/2/2026).

Humas Pemprov Gorontalo itu mengingatkan publik untuk tidak tergiring dengan framing seolah-olah lolosnya Riris Ismail sebagai komisaris menunjukkan bahwa BSG milik Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail seorang. Padahal BSG punya mekanisme internal salah satunya melalui Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS).

“BSG itu terdiri dari banyak pesaham. Seingat saya ada 25 pesaham, satu korporasi swasta PT Mega Corpora sisanya pesaham dari provinsi dan kabupaten/kota. Jika ini dituduh nepotisme, masa iya sih seorang diri Gubernur Gusnar bisa meloloskan anak mantunya di Komisaris kalau tidak melalui mekanisme dan persetujuan semua pemegang saham? Ayolah mari kita berpikir jernih,” pintanya.

“Mengertinya, calon yang diusulkan layak dan disetujui oleh semua pemegang saham kan? Kan sederhana kita berpikir? Kalau Ibu Riris tidak punya kompetensi pasti tidak lolos. Punya kompetensi tapi tidak disetujui pemegang saham juga tidak lolos. Ini kan lolos? Kok ada yang ribut?. Sekali lagi, kami hargai sikap pak Adhan jika berbeda,” tambahnya.

Pemprov mengajak semua pihak untuk dingin memahami dinamika soal BSG. Ada masalah besar yang seharusnya perlu direnungkan bersama ketimbang sesuatu yang secara prosedur sudah tepat. Apakah sikap Pak Adhan sudah tepat dengan menarik saham sekitar Rp34 miliar dari BSG? Bukankah BSG merupakan satu satunya bank daerah di Sulut dan Gorontalo yang hidup dan menghidupi daerah?

“Terlalu kecil manfaat BSG kalo hanya melihat dari sosok Pak Gusnar. BSG itu tempat hidup ratusan orang karyawannya yang juga orang daerah. Tempat hidup puluhan ribu ASN yang juga orang daerah. Jadi mari berpikir dengan hati yang tenang,” pintanya.

Pewarta : Haris

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI