
Kota Gorontalo, Kominfotik – Pemerintah Provinsi Gorontalo resmi miliki gedung Badan Keuangan dan Aset Daerah (BKAD) yang berlokasi di Kelurahan Padebuolo Kecamatan Kota Timur Kota Gorontalo. Peresmian gedung ditandai dengan penandatanganan prasasti oleh Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail dan pemotongan pita oleh Ketua DPRD Provinsi Thomas Mopili pada Selasa, (20/1/2026).
Gedung BKAD Provinsi dibangun selama dua tahun anggaran sejak 2024 dan 2025, yang dimulai dengan penyusunan perencanaan pada tahun 2023. Pembangunan pada tahun 2024 menelan anggaran sebesar 6,7 miliar yang meliputi pekerjaan pondasi, struktur bangunan serta atap dengan masa kerja selama 150 hari. Sedangkan pekerjaan pada tahun 2025 dilakukan selama 120 hari dengan anggaran 6,8 miliar yang meliputi pembangunan interior dan eksterior bangunan serta penataan halaman.
Pembangunan akan kembali dilanjutkan pada tahun 2026 untuk penataan pagar. Gedung ini berdiri di atas lahan sebesar 2800 meter persegi dan mendapat tambahan lahan seluas 2100 persegi.
Dalam sambutannya Gubernur Gusnar menyampaikan dengan berdirinya gedung BKAD yang baru, maka dapat menciptakan semangat dan spirit baru dalam mengejar realisasi belanja tepat waktu dan sasaran. Apalagi pada tahun ini Badan Keuangan tidak lagi dibebankan pada pekerjaan terkait pendapatan, tetapi difokuskan pada belanja dan penataan aset daerah.
“Dari sisi aset daerah, posisi kita sekarang itu telah terinventarisir, tetapi kalau kita bertanya soal kepemilikan atau menyangkut keberadaan valid terakhir itu susah kita menjawab, daftarnya ada tetapi ketika ditanya dimana barangnya itu susah dipastikan, oleh sebab itu aspek pendapatan sudah terlepas dari badan keuangan, tetapi pekerjaan berat yang menanti ialah bagaimana menata aset” ujar Gusnar.

Pada tahun ini juga Gusnar menjelaskan Pemerintah Provinsi melalui persetujuan DPRD telah membentuk badan pendapatan daerah. Badan ini nantinya yang akan mengidentifikasi potensi-potensi pendapatan daerah dan yang nantinya akan kembali diinventarisir.
“Sekarang ini kita telah mengidentifikasi sumber potensi daerah dan insya Allah ini bisa kita lakukan tahap bertahap dan kalau tidak salah pendapatan kita 500 miliar, Mudah-mudahan itu bisa kita capai” kata Gusnar.
Pewarta : Bahrian