
Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie menegaskan pentingnya transparansi program pembangunan dan peran media dalam menyampaikan kinerja pemerintah kepada masyarakat. Hal tersebut disampaikannya saat mendampingi Gubernur Gusnar Ismail pada rapat pimpinan evaluasi penyerapan anggaran bulan Desember Tahun 2025 di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (8/1/2026).
Wagub menyampaikan bahwa dirinya bersama Gubernur Gusnar masih akan terus dievaluasi masyarakat dalam empat tahun ke depan berdasarkan capaian visi dan misi pembangunan daerah. Karena itu, setiap program yang dilaksanakan harus benar-benar dirasakan manfaatnya sekaligus diketahui oleh publik.
“Kami, saya dan Pak Gubernur, masih empat tahun ke depan akan terus dinilai oleh masyarakat. Apa yang kita kerjakan harus dirasakan dan juga diketahui publik,” ujar Idah.
Berdasarkan paparan Biro Pengendalian Pembangunan dan Ekonomi, terdapat sekitar 6.600 paket kegiatan dengan total anggaran Rp546,8 miliar, yang sebagian besar berkaitan dengan peningkatan sumber daya manusia. Khususnya pembangunan sarana dan prasarana pendidikan di tingkat SMA, SMK, dan SLB, termasuk sekolah swasta.
Wagub menilai pembangunan sumber daya manusia masih kurang terekspos di media dibandingkan sektor lain, padahal program pendidikan merupakan bagian penting dari pembangunan daerah.
“Sekecil apa pun nilai anggarannya, tetap harus dimediakan. Agar masyarakat tahu itu bantuan dari Pemerintah Provinsi, bukan dari pihak lain,” lanjut Idah.
Ia juga menekankan agar OPD tidak mengabaikan peran media, melainkan membangun komunikasi yang baik serta memanfaatkan peran Dinas Kominfotik dan koordinasi dengan KPID dalam penyebaran informasi pembangunan.
Arahan tersebut mendapat dukungan penuh dari Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail. Ia menegaskan bahwa mulai tahun 2026, seluruh OPD berperan sebagai juru bicara Gubernur dan Wakil Gubernur.
“Apa yang dikerjakan OPD harus ditransformasikan ke publik lewat media. Bicara saja sejujurnya. Jangan pelit ke media dan jangan sembunyi – sembunyi, karena masih ada saya dan Ibu Wagub yang bertanggung jawab,” kata Gusnar.
Namun demikian, Gubernur mengingatkan agar penyampaian informasi tetap dikoordinasikan dengan tim komunikasi atau juru bicara gubernur dan Dinas Kominfotik agar sesuai kaidah jurnalistik dan mudah dipahami masyarakat.
Pewarta: Echin