
Kota Gorontalo, Kominfotik – Penyerapan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) Pemerintah Provinsi Gorontalo Tahun Anggaran 2025 mencapai 92,67 persen hingga akhir Desember. Capaian tersebut dibahas dalam rapat pimpinan evaluasi penyerapan anggaran di Aula Rumah Jabatan Gubernur, Kamis (8/1/2026) yang dipimpin Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail didampingi Wagub Idah Syahidah Rusli Habibie dan Sekdaprov Sofian Ibrahim.
Realisasi fisik tercatat sebesar 96,55 persen, sementara realisasi keuangan mencapai 92,67 persen dari target 100 persen. Capaian tersebut menunjukkan kinerja pelaksanaan program yang berjalan baik hingga akhir tahun.
Realisasi pendapatan daerah Provinsi Gorontalo tergolong sangat baik. Hingga 31 Desember 2025, pendapatan daerah mencapai 106,86 persen dan berpotensi masuk lima besar nasional.
Pendapatan Asli Daerah (PAD) menjadi kontributor utama dengan realisasi mencapai 122 persen. Capaian ini didukung penerapan tarif pajak baru secara bertahap sejak Mei 2025 sehingga tidak menimbulkan gejolak di masyarakat.
“Di tahun 2025 itu banyak sekali tantangan, terutama yang sangat berat itu adalah tantangan fiskal. Tapi kita sudah menjalankan kegiatan yang memang ditunggu oleh masyarakat, sehingga ekspektasi masyarakat begitu tinggi, Alhamdulillah kita bisa menjaga kepercayaan publik,” ungkap Gusnar.
Selain PAD, pendapatan transfer dari pemerintah pusat juga terealisasi optimal. Seluruh dana transfer tersalurkan 100 persen dengan realisasi mencapai 101 persen.
Untuk belanja daerah, realisasinya berada pada angka 92,51 persen. Beberapa kegiatan yang belum selesai akan dilanjutkan melalui APBD Perubahan.
Realisasi belanja modal tercatat sebesar 82 persen dan berdampak positif pada ketersediaan saldo kas daerah. Dengan kondisi tersebut, Pemprov Gorontalo mampu membiayai kebutuhan awal tahun, termasuk pembayaran gaji dan gaji ke-13, tanpa menunggu transfer pusat.
Gubernur Gusnar Ismail menilai kinerja keuangan daerah 2025 berada dalam kondisi sehat dan positif. Capaian pendapatan yang melampaui target, peningkatan PAD, serta belanja yang efisien menjadi modal kuat memasuki 2026.
“Mungkin kita sama-sama berkesimpulan bahwa tahun 2025 kemarin kita bisa lalui dengan lancar dan mengembirakan. Ini berarti menjadi modal dasar kita. Paling tidak bagi saya adalah kita semua ini membangun spirit, menjaga momentum semangat untuk kita masuk ke 2026,” ungkap Gusnar.
Pewarta : Mila
Editor : Isam