Menteri PPPA Ajak Anak Gorontalo Berani Bersuara dan Terlibat dalam Pembangunan

Menteri PPPA RI, Wakil Gubernur Gorontalo, Ketua DPRD Provinsi Gorontalo, Bupati Bone Bolango, Anggota DPRD Provinsi, Kepala Dinas PPPA-PMD yang hadir pada Dialog Interaktif bertajuk “Sinergi Pusat dan Desa dalam Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi melalui Ruang Bersama Indonesia” di Aula Kantor Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (3/11/2026). Foto – Nova Diskominfotik.

Bone Bolango, Kominfotik – Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI, Arifatul Choiri Fauzi, mengajak anak-anak untuk berani menyampaikan aspirasi dan terlibat aktif dalam pembangunan, mulai dari tingkat desa hingga nasional. Hal tersebut disampaikannya saat menghadiri Dialog Interaktif bertajuk “Sinergi Pusat dan Desa dalam Mewujudkan Perempuan Berdaya, Anak Terlindungi melalui Ruang Bersama Indonesia” di Aula Kantor Desa Ayula Selatan, Kecamatan Bulango Selatan, Kabupaten Bone Bolango, Selasa (3/11/2026).

Dalam kegiatan tersebut, beberapa anak yang tergabung dalam Forum Anak Kabupaten Bone Bolango berkesempatan berdialog langsung dengan Menteri PPPA. Dialog itu turut didampingi Wakil Gubernur Gorontalo Idah Syahidah Rusli Habibie, Ketua DPRD Thomas Mopili, Bupati Bone Bolango Ismet Mile, serta Kepala Dinas PPA-PMD dr. Yana Yanti Suleman.

Beberapa hal yang menjadi perhatian anak-anak dalam dialog tersebut di antaranya pentingnya mendengarkan suara dan aspirasi anak, penegakan hukum terhadap pelaku kekerasan anak, serta upaya pemerintah dalam memberikan perlindungan dan rasa aman bagi anak-anak.

Menanggapi hal itu, Arifatul menegaskan bahwa Forum Anak merupakan wadah penting bagi anak untuk berpartisipasi dalam pembangunan dan menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi di lingkungan masing-masing.

“Memang Forum Anak ini adalah sebuah wadah bagaimana anak-anak bisa memberikan partisipasinya, ikut memberikan masukan terhadap pembangunan yang ada di desa masing-masing,” ungkap Arifatul.

Ia juga menekankan bahwa suara anak harus menjadi bagian dari pertimbangan pemerintah dalam merumuskan kebijakan. Rekomendasi yang disusun melalui Suara Anak Indonesia, mulai dari tingkat desa hingga nasional, perlu diteruskan kepada dinas dan instansi terkait agar dapat menjadi acuan dalam mewujudkan pembangunan yang ramah anak.

“Untuk itulah Ruang Bersama Indonesia (RBI) bukan sekadar ruang fisik, melainkan gerakan kolaboratif yang melibatkan berbagai unsur masyarakat. Mulai dari pemerintah desa, dinas terkait, PKK, Posyandu, organisasi perempuan, organisasi keagamaan hingga tokoh lintas agama, seluruhnya diharapkan mengambil peran,” tambahnya.

Terkait perlindungan anak, ia mengungkapkan bahwa pemerintah juga tengah membahas revisi Sistem Peradilan Pidana Anak (SPPA) untuk merespons perkembangan persoalan hukum dan perilaku anak di bawah umur. Ia berharap praktik baik yang telah berjalan di Kabupaten Bone Bolango dapat terus diperkuat dan menjadi contoh bagi daerah lainnya.

Selain perlindungan, Arifatul mengingatkan pentingnya membentengi anak-anak dengan nilai-nilai agama, budi pekerti, dan akhlakul karimah. Menurutnya, kecerdasan akademik harus diimbangi dengan sikap santun, rasa hormat, dan karakter yang baik dalam kehidupan sehari-hari.

Pewarta: Echin

 

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI