Nani Ismail Dorong Kader Posyandu Perkuat Implementasi Enam SPM

Nani Ismail Mokodongan saat membuka Bimbingan Teknis Kader Posyandu dalam Implementasi Enam SPM di Desa di Hotel Yulia, Senin (21/9/2026). (Foto : Rizka)

Kota Gorontalo, Kominfotik – Ketua TP Posyandu Provinsi Gorontalo Nani Ismail Mokodongan mendorong kader Posyandu memperkuat implementasi enam Standar Pelayanan Minimal (SPM) di desa. Penguatan tersebut dinilai penting agar Posyandu mampu menjadi penggerak pelayanan terpadu yang menjawab kebutuhan dasar masyarakat.

Hal itu disampaikan Nani saat membuka Bimbingan Teknis Kader Posyandu dalam Implementasi Enam SPM di Desa di Hotel Yulia, Senin (21/9/2026). Kegiatan tersebut mengangkat tema penguatan kapasitas kader Posyandu sebagai penggerak pelayanan terpadu dalam mendukung pemenuhan Enam SPM di desa.

Nani menekankan, pemenuhan Enam SPM membutuhkan kolaborasi antara kader Posyandu, pemerintah desa, tim pembina Posyandu, serta perangkat daerah di tingkat kabupaten dan provinsi.

“Mari kita sama-sama perkuat. Provinsi kuatnya di mana, kabupaten, para kader, dan kepala desa kuatnya di mana. Itu menjadi benang merah yang harus kita cairkan agar pelaksanaan enam SPM ini berjalan,” ujar Nani.

Enam SPM tersebut mencakup bidang pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, dan sosial. Menurut Nani, seluruh bidang tersebut harus bergerak bersama agar pelayanan dasar masyarakat di desa dapat terpenuhi secara menyeluruh.

Ia juga meminta kader terbuka menyampaikan berbagai persoalan yang ditemukan di lapangan, termasuk layanan yang belum berjalan maupun kebutuhan masyarakat yang belum tertangani. Catatan tersebut selanjutnya dapat menjadi bahan koordinasi dan tindak lanjut bersama antara pemerintah desa, kabupaten, dan provinsi.

“Jangan takut menyampaikan apa yang masih kurang. Kalau memang masih ada yang kosong, sampaikan, karena itu yang akan menjadi catatan untuk kita tuntaskan bersama,” katanya.

Selebihnya, Nani menegaskan implementasi enam SPM tidak cukup hanya berhenti pada teori, tetapi harus terlihat dalam pelayanan nyata di desa. Karena itu, ia meminta para kader menjadikan bimtek sebagai ruang untuk memperkuat pengetahuan sekaligus menyusun langkah konkret dalam pelaksanaan pelayanan dasar.

“Teori tidak sama dengan praktik di lapangan. Yang kita kejar adalah wujud nyata pelayanan kepada masyarakat,” tandasnya.

Pewarta : Mila

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI