
Jakarta, Kominfotik – Keikutsertaan Provinsi Gorontalo dalam Indonesia Fashion Week (IFW) terus memberikan dampak positif terhadap perkembangan Karawo sebagai warisan budaya sekaligus produk ekonomi kreatif daerah. Ajang fesyen nasional tersebut tidak hanya menjadi sarana promosi, tetapi juga memperkuat posisi Karawo sebagai identitas Gorontalo yang semakin dikenal di tingkat nasional hingga internasional.
Kepala Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda, dan Olahraga Provinsi Gorontalo, Sultan Kalupe, mengatakan sejak pertama kali berpartisipasi pada IFW tahun 2023, Karawo berhasil menarik perhatian publik dan mendapat apresiasi sebagai salah satu produk unggulan daerah.
“Karawo kini bukan lagi hanya milik masyarakat Gorontalo, tetapi telah menjadi kebanggaan nasional. Kita terus mendorong Karawo tampil di panggung internasional melalui berbagai event seperti Karya Kreatif Indonesia, Paris Fashion Week, Dubai Expo hingga New York Fashion Week,” ujar Sultan.
Menurut Sultan, kehadiran Gorontalo pada IFW juga memberikan dampak nyata terhadap pertumbuhan ekonomi kreatif. Pada penyelenggaraan IFW 2026, selain menampilkan koleksi dalam peragaan busana, stan Karawo Gorontalo ramai dikunjungi pengunjung dan pelaku industri fesyen.
Tingginya antusiasme tersebut memberikan nilai tambah bagi produk Karawo, meningkatkan peluang pemasaran dan pendapatan para perajin, sekaligus mendorong tumbuhnya berbagai kegiatan turunan seperti Gorontalo Karnaval Karawo dan Indonesia Berkarawo yang turut menggerakkan sektor kuliner, perhotelan, serta transportasi.
Sultan menjelaskan, IFW juga menjadi ruang edukasi dan regenerasi budaya. Debut dua model cilik asal Gorontalo pada IFW 2026 menjadi bagian dari upaya menanamkan kecintaan terhadap Karawo sejak usia dini.
Selain itu, koleksi House of Abhee bersama desainer TeThuna yang memadukan sentuhan modern tanpa meninggalkan keaslian motif Karawo mendapat apresiasi dari pelaku industri fesyen. Hal ini menunjukkan bahwa inovasi dapat berjalan seiring dengan pelestarian nilai budaya.
“Kolaborasi Dekranasda, Bank Indonesia, Pemerintah Provinsi Gorontalo, APPMI, dan para pelaku UMKM terus dilakukan agar Karawo semakin inovatif, bernilai jual tinggi, namun tetap mempertahankan keaslian motif dan nilai budayanya,” kata Sultan.
Ia menegaskan, Karawo merupakan identitas dan kebanggaan masyarakat Gorontalo yang harus terus dijaga melalui sinergi lintas sektor. Ke depan, tantangan utama adalah meningkatkan kapasitas produksi para perajin tanpa mengurangi orisinalitas motif, sehingga Karawo semakin berdaya saing dan mampu memperkuat posisinya di pasar global.
Sumber : Dinas Pariwisata
Editor: Echin