Dikbud Gorontalo Pastikan Jam Sekolah Normal Usai Final Piala Dunia 2026, Siswa Terlambat Diberi Tugas Edukatif

 

Penyelenggaraan Puncak Festival Pendidikan Gorontalo Tahun 2026 yang dirangkaikan dengan Hari Lahir Balai Penjaminan Mutu Pendidikan (BPMP) Gorontalo ke-22 di Aula BPMP Gorontalo, Kamis (16/7/2026).

Kota Gorontalo, Kominfotik – Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Gorontalo, Sudarman Samad, menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak menerbitkan edaran khusus terkait perubahan jam masuk sekolah pasca pelaksanaan nonton bareng final Piala Dunia 2026. Hal ini disampaikan usai pertemuan secara virtual antara Dinas Pendidikan dan Kebudayaan bersama Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) se-Provinsi Gorontalo yang membahas kesiapan satuan pendidikan menghadapi momen final Piala Dunia Sepakbola 2026.

Menurutnya aktivitas belajar mengajar pada Senin, 20 Juli 2026, tetap berjalan seperti biasa, dimulai pukul 07.15 WITA dan berakhir pukul 15.45 WITA.

“Kami tidak menerbitkan edaran khusus soal perubahan jam masuk. Sekolah tetap berjalan normal seperti hari-hari biasa,” ujar Sudarman.

Dalam penjelasanya, sebagai antisipasi terhadap kondisi peserta didik yang mungkin baru pulang menonton siaran final Piala Dunia Senin dinihari, sekolah mengisi awal jam pelajaran hingga istirahat pertama dengan kegiatan-kegiatan seperti kerja bakti, merapikan ruang kelas, menata meja dan kursi untuk persiapan pembelajaran. Kebijakan teknis ini, tegasnya, sepenuhnya diserahkan kepada kewenangan masing-masing satuan pendidikan sesuai kondisi di lapangan.

Terkait peserta didik yang datang terlambat karena menyaksikan siaran live pertandingan final piala dunia, Sudarman menyampaikan bahwa sekolah tidak akan memberikan sanksi, melainkan tugas yang bersifat persuasif dan edukatif. Siswa yang bersangkutan diminta membuat resume atau rangkuman analisis mengenai hal-hal positif yang dapat dipetik sebagai pelajaran berharga dari momen menonton final Piala Dunia yg dilaksanakan 4 tahun sekali tersebut.

Tugas ini, lanjutnya, akan difasilitasi dan diakomodir langsung oleh guru Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) atau guru Bimbingan Konseling (BK) di masing-masing sekolah.

Dalam kesempatan yang sama, Sudarman juga mengimbau para orang tua agar mengawasi anak-anaknya supaya tidak melakukan konvoi atau berkumpul dalam kelompok besar setelah pertandingan final usai, karena berpotensi menimbulkan dampak negatif dan merugikan peserta didik sendiri.

“Kami minta orang tua ikut mengawasi. Jangan sampai anak-anak konvoi atau berkumpul dalam jumlah besar setelah nonton, karena itu justru bisa merugikan mereka sendiri,” tegasnya.

Mengenai rencana sejumlah satuan pendidikan yang ingin menggelar nonton bareng bersama masyarakat, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan tidak melarang selama kegiatan tersebut tidak mengganggu aktivitas belajar mengajar di sekolah dan tetap mengikuti ketentuan yang berlaku. Ia berharap seluruh pihak, mulai dari sekolah, guru, orang tua, hingga peserta didik, dapat mengambil nilai positif dan bersama-sama menjaga suasana kondusif sehingga euforia final Piala Dunia 2026 dapat dinikmati tanpa mengorbankan kelancaran proses pendidikan di Provinsi Gorontalo.

Bagikan Berita

Facebook
Twitter
Pinterest
WhatsApp

ARSIP BERITA

KATEGORI