
Kota Gorontalo, Kominfotik – Tengkes dan kemiskinan menjadi perhatian Gubernur Gorontalo Gusnar Ismail saat menjadi pembicara kunci di Rapat Koordinasi Daerah Program Pembangunan Keluarga, Kependudukan dan Keluarga Berencana (Rakorda Bangga Kencana), Senin (4/55/2026). Rapat yang diikuti instansi teknis provinsi dan kabupaten/kota itu digelar di Kantor Kementrian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN Provinsi Gorontalo.
Dikatakan Gusnar, persoalan tengkes masih menjadi pekerjaan rumah sebab masih berada di angka 23,8 persen tahun 2024. Ia berhadap tahun 2025 sudah menurun di angka 20 persen.
“Stunting ini kita di Gorontalo masih termasuk yang cukup tinggi. Walaupun saya akui kita semua sudah bekerja keras, sudah tentunya dimotori oleh para petugas PLKB, dari 26,9 pada tahun 2023 menjadi 23,8 tahun 2024. Saya minta untuk tahun 2025 ini, angka ini bisa menyentuh angka 20 persen,” Kata Gusnar.
Gusnar menaruh harapan besar kepada Petugas Lapangan Keluarga Berencana (PLKB). Ia menilai tugas itu sangat strategis karena bersentuhan langsung dengan warga di mana mereka ditempatkan. Menurutnya, ada tiga jabatan yang strategis sejak orde baru yakni PLKB, Penyuluh Pertanian dan Penggerak Koperasi.
“Sehingga waktu itu Indonesia itu berhasil swasembada beras secara internasional. Terjadi pada tahun 1984. Pada tahun 1986-1987 kita bisa menekan angka kelahiran penduduk sampai di bawah 2 persen kalau tidak salah. Kemudian terbentuknya koperasi-koperasi,” Kenang Gusnar memberi semangat.
Ia menyebut posisi Kemendukbangga/BKKBN sangat strategis karena mengurusi manusia mulai dari dalam janin hingga ia lanjut usia. Melalui PLKB ia berharap masalah tengkes, kemiskinan dan angka putus sekolah bisa ditekan dengan pendekatan langsung kepada masyarakat.
“Saya sih memegang data kemiskinan desil satu sampai lima, cuma di mana dan siapa orangnya itu Bapak ibu PLKB paling banyak tahu. Maksud saya menyampaikan kemiskinan ini agar supaya kita pegang data ini dan bentuk intervensinya juga tepat,” Pesannya.
Hal lain yang menjadi perhatian Gubernur Gusnar menyangkut angka putus sekolah. Data menunjukkan anak putus sekolah di Gorontalo cukup tinggi lebih kurang 25 ribu orang. Pendekatan yang tepat melalui petugas lapangan diharapkan bisa mengajak mereka kembali ke sekolah.
“Kami sementara mengkaji sekarang, kalau guru-guru itu tidak sekedar mengajar di depan kelas atau di dalam kelas, tapi juga mencari anak-anak ini untuk masuk sekolah. Saya sangat bergembira sekali kalau PLKB ini bisa berperan di sini menemukan anak-anak itu. Nanti dilaporkan kepada Kepala BKKBN,” tambahnya.
Rakroda Bangga Kencana dihadiri oleh Deputy bidang Keluarga Sejahtera dan Pemberdayaan Keluarga, Kemendukbangga Nopian Andusti melalui sambungan Zoom Meet. Plt Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Gorontalo Effendi Korompot, Ketua Fraksi Golkar DPRD Ghalieb Lahidjun, Plt. Kakanwil Kemenang Kaswad Sartono dan sejumlah pejabat tinggi pemprov hadir secara langsung.
Pewarta : Isam